oleh

Sosialisasikan Tanaman Hidup Setiap Rumah

PPW Gekisia Peringati Hari Kartini

Ibu-ibu Persekutuan Pelayanan Wanita Gereja Kristen Injili di Indonesia (Gekisia) Jemaat Lubuklinggau menggelar Lomba Merangkai Bunga Minggu (22/4). Kegiatan itu diadakan dalam rangka memperingati Hari Kartini 2018.

Laporan Qori Musdalifah, Marga Rahayu

IBADAH kebaktian Gekisia Jemaat Lubuklinggau, Minggu (22/4) sangat hikmat. Aktivitas di gereja berbeda dari biasanya. Karena yang menjadi pelayan ibadah semuanya adalah ibu-ibu, sesuai dengan momen yang diperingati mereka minggu ini yakni, Hari Kartini.

Kegiatan Lomba Merangkai Bunga dalam rangka memperingati Hari Kartini 2018, diikuti ibu-ibu anggota PPW Gekisia Jemaat Lubuklinggau.

Saat diwawancarai, Koordinator Pelaksana Lomba Erwina Dimatnusa menjelaskan kegiatan Lomba Merangkai Bunga ini dilaksanakan guna meningkatkan kreativitas ibu-ibu Gekisia Jemaat Lubuklinggau dalam merangkai bunga.

“Lomba ini diikuti oleh lima kelompok ibu-ibu yang mana setiap kelompok terdiri dari dua orang yang berasal dari Kelurahan Sidorejo, KBS, Asoka, Tabarejo, Jalan Batanghari dan Amula Rahayu,” katanya.

Selain itu, Wina menjelaskan lomba ini awalnya dilaksanakan karena selama ini altar gereja yang dihias dengan bunga plastik.

“Dan kami ingin mencoba hiasan altar gereja dengan bunga-bunga hidup hasil tanaman kita di rumah yang dirangkai dengan indah dan cantik. Dengan begitu kita juga telah memanfaatkan lingkungan hidup yang ada,” jelasnya.

Wina juga mengatakan bunga yang digunakan dalam lomba ini adalah hasil tanaman ibu-ibu peserta di rumah.

“Yang mana sosialisasi setiap rumah harus ada tanaman hidup dan penanaman tanaman bunga sudah kita lakukan sejak Januari 2018 lalu. Untuk itulah pada momen Hari Kartini kita gelar lomba merangkai bunga,” paparnya.

“Saya berharap kedepannya, para ibu-ibu ini lebih kreatif lagi dan bisa melayani Tuhan bukan hanya membaca firman, singer dan lainnya. Tetapi melayani Tuhan dengan menghias altar tidak dengan bunga plastik tapi bunga hidup. Dan pemenang lomba ini akan mewakili Lubuklinggau untuk ikut dalam merangkai bunga Gereja Gekisia se-Kota Lubuklinggau dan Kabupaten Musi Rawas,” jelasnya.

Adapun juri dalam lomba ini adalah Pendeta Sulismantoro,S.Th yang merupakan pendeta Gekisia Jemaat Lubuklinggau, Ibu MT Sitorus dan Dr Asris Subakti. Dan para pemenang juara 1, 2 dan 3 lomba merangkai bunga ini meraih hadiah dan uang tunai dari panitia pelaksana. (*)

Rekomendasi Berita