oleh

Soroti Koperasi ‘Mati Suri’

Komisi II Kunker ke Kemenkop dan UKM

LINGGAU POS ONLINE, WATERVANG – DPRD Kota Lubuklinggau menilai, saat ini masih ada lebih kurang 30 % koperasi yang ‘mati suri’. Hal ini diungkapkan anggota Komisi II DPRD Kota Lubuklinggau, Merizal, Jumat (24/11).

Untuk itu Merizal menjelaskan, seluruh anggota Komisi II bersama koordinator Komisi II Suyitno, Rabu (22/11) lalu, berkunjung ke Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop dan UKM) di Jakarta. Di sana, seluruh anggota Komisi II bertemu langsung dengan Deputi Pengawasan Kemenkop dan UKM RI.

“Tujuan kita, ingin berkonsultasi ke mereka (Kemenkop dan UKM RI, red). Menceritakan kondisi koperasi yang ada di Lubuklinggau saat ini, dengan kondisi masih 30% Koperasi yang ‘mati suri’ atau tinggal nama. Serta meminta solusi, apa yang harus dilakukan agar koperasi tersebut kembali aktif, dan bisa membantu masyarakat yang menjadi anggota mereka,” kata Merizal.

Apalagi dilanjutkannya, saat ini banyak koperasi yang memberikan pinjaman dengan bunga yang tinggi.

“Dari mereka, kita disarankan untuk menyiapkan badan yang mengawasi koperasi. Merekalah yang mengawasi, kantor, anggota serta Rapat Anggota Tahunan (RAT) di setiap koperasi yang ada. Karena ditegaskan pihak Kementrian, salah satu ciri koperasi yang sehat adalah yang rutin melaksanakan RAT,” jelasnya.

Selain itu, pihak Kementrian juga menyarankan agar eksekutif segera membuatkan regulasi yang mengatur tentang koperasi. Payung hukum ini menjadi salah satu solusi, untuk kembali menggerakkan koperasi yang tinggal nama.

“Kita dianjurkan, segera mengajukan dan membahas Raperda tentang ketentuan bunga pinjaman koperasi. Dalam perda ini nantinya diatur, berapa jumlah bunga untuk pinjaman koperasi yang disepakati. Ini untuk keseragaman, agar tidak ada perbedaan ataupun koperasi yang menetapkan bunga tinggi. Ketika ada koperasi yang menetapkan bunga di luar ketentuan, maka akan ada sanksi untuk koperasi tersebut,” tegasnya.

Tindak lanjut dari kunjungan ini, pihaknya akan segera memanggil pihak Dinas Koperasi dan UKM Kota Lubuklinggau.

“Akan kita sampaikan, apa yang menjadi saran dan masukan dari pihak Deputi pengawasan Kemenkop dan UKM RI. Bila perlu, kita ajak mereka kembali bertemu dengan pihak Kemenkop dan UKM. Selain bisa sharing dan mendengarkan langsung saran dari pihak kementrian, mereka juga bisa menyerap anggaran-anggaran melalui program mereka, untuk dilaksanakan di Lubuklinggau,” jelasnya.

Pihaknya berharap, kunjungan ini segera ditindaklanjuti oleh pihak eksekutif.

“Kedepan, tidak ada koperasi yang ‘mati suri’. Koperasi yang ada bisa aktif dan bermanfaat, serta bisa membantu menyejahterakan masyarakat yang menjadi anggotanya,” harapnya. (09)

Komentar

Rekomendasi Berita