oleh

Sopir Taksi Online Ditemukan Tinggal Tulang

MUARA LAKITAN – Tubuh korban Kiagus Sofyan (43), sopir taksi online Grabcar Palembang yang menjadi korban perampokan ditemukan tinggal tulang belulang.

Tulang korban ditemukan Selasa (13/11) sekitar pukul 14.00 WIB di perkebunan sawit areal PT Bara Sentosa Lestari (BSL). Lokasi ditemukan sekitar tiga meter dari jalan poros Kelurahan Muara Lakitan dekat Simpang Desa Marga Baru, Tebing Kem, Kecamatan Muara Lakitan.

Penemuan jenazah ini, sesuai dengan keterangan dari tersangka Ridwan alias Rido (42) warga Desa Batu Gajah, Kecamatan Rupit, Kabupaten Muratara, yang ditangkap di Rompok Pantai Desa Sungai Lanang, Kecamatan Rawas Ulu, Kabupaten Muratara, Minggu (11/11).

Kemudian ditelusuri rute perjalanan tersangka oleh Petugas Subdit III (Jatanras) Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumatera Selatan (Sumsel). Dari keterangan tersangka, dijelaskan korban dibuang di dekat pohon sawit yang ada paritnya.

Selain itu, polisi juga bertanya dengan warga dan sopir truk sawit yang lalu lalang di jalur tersebut. Mereka mengakui mencium bau bangkai, beberapa waktu lalu.

Setelah ditelusuri dengan jalan kaki beberapa kilometer, akhirnya ditemukannya tulang belulang tersebut. Tulang yang ditemukan ini dari kepala, rusuk, hingga tulang belakang korban. Jarak-jarak ditemukan tulangnya sekitar 4 hingga 5 meter.

Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara membenarkan penemuan tulang belulang korban Kiagus Sofyan.

“Saya dapat laporan dari Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) memang sudah ditemukan,” jelasnya.

Kapolda menambahkan, tulang belulang korban Kiagus Sofyan langsung dibawa ke Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Palembang.

“Tunggu saja di RS Bhayangkara, karena akan diautopsi dan dicocokkan DNA keluarganya,” ia menjelaskan.

Kondisi mayat ditambahkan Kapolda, memang tidak utuh jadi memang perlu dilakukan tes DNA.

“Mayat itu dibuang dan bukan dikubur oleh tersangka,” ujar Zulkarnain.

Penemuan tulang belulang korban ini, belum diketahui oleh Camat Muara Lakitan, Freewan Novio.

“Memang ada informasinya. Namun saya belum mendapatkan kepastian di mana lokasi ditemukan,” jelasnya, Selasa (13/11).

Senada dijelaskan Lurah Muara Lakitan, Damar Wulan saat dikonfirmasi mengatakan ia belum mengetahui penemuan tulang belulang korban.

“Beberapa hari ini, belum ada penemuan mayat di wilayah Kelurahan Muara Lakitan,” katanya.

Menurutnya, meskipun begitu, Lurah mengaku akan pantau dan mencarikan informasi terkait masalah tersebut.

Sementara itu dr Ari, dari Puskesmas Muara Lakitan mengakui mendapat informasi penemuan tulang belulang korban Sofyan dari warga.

“Kami tadi sudah siap, kalau memang ada permintaan pemeriksaan. Namun petugas Polda Sumsel langsung membawa korban ke Palembang,” jelasnya.

Seperti diketahui, Ditreskrimum Polda Sumsel berhasil mengungkap kasus hilangnya sopir Grabcar Palembang, Kiagus Sofyan (43). Salah satu tersangka berhasil ditangkap, Minggu (11/11) sekitar pukul 20.30 WIB.

Tersangka yang ditangkap Ridwan alias Rido (42) warga Desa Batu Gajah, Kecamatan Rupit, Kabupaten Muratara. Dia ditangkap di Rompok Pantai Desa Sungai Lanang, Kecamatan Rawas Ulu, Kabupaten Muratara.

Tersangka Rido diringkus petugas gabungan unit 3 dan unit 5 Subdit III (Jatanras). Juga ada tiga pelaku lainnya, yakni Akbar, Fran, dan Acun, masih dalam pengejaran.

Kronologis kasusnya, Senin (29/10) pukul 13.45 WIB, korban Sofyan (43) warga Jl Jendral Sudirman Gang Pelita Kelurahan Ario Kemuning Kecamatan Kemuning Palembang, mendapat orderan dari akun Grabcar milik seorang mahasiswi bernama Tyas. Sedangkan antara Tyas dan keempat pelaku, tidak ada hubungan apa-apa dan tidak saling kenal.

Nah, setelah Grabcar berhasil diorder dari SPBU KM 4,5 dengan tujuan KFC Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II, para pelaku naik mobil Sigra hitam BG 1274 UN milik.

Terduga pelaku bernama Akbar duduk di depan di sebelah korban. Sedangkan tiga terduga pelaku lainnya, Ridwan duduk di bangku tengah sebelah kiri, Frans duduk di bangku tengah sebelah kanan. Acun duduk di tengah-tengah antara Ridwan dan Frans.

Sampai di tujuan KFC Simpang Bandara, Akbar dan Acun, memegang kedua tangan korban. Sedangkan Fran mencekik leher korban hingga akhirnya meninggal dunia. Sementara, Ridwan keluar dari mobil untuk mengawasi keadaan sekitar.

Setelah korban dipastikan meninggal, para terduga pelaku membawa mobil korban dan mayatnya menuju ke Kabupaten Muratara. Namun di tengah perjalanan tepatnya di Desa Lubuk Karet, Betung Banyuasin, mobil kehabisan bensin.

Tidak kehabisan akal, salah satu terduga pelaku, Frans menjual handphone Asus warna hitam miliknya kepada seorang laki-laki yang tidak mereka kenal. Harganya Rp 200.000. Lalu, mereka belikan bensin dan melanjutkan perjalanan ke Muratara.

Nah, di tengah perjalanan, para terduga pelaku membuang jenazah Sofyan di salah satu perkebunan kelapa sawit, di Kelurahan Muara Muara Lakitan Kecamatan Muara Lakitan.

Setelah itu, para pelaku kembali ke desa mereka masing-masing. Mobil korban dibawa oleh Fran dan Acun untuk dijual. Tiga hari kemudian, para pelaku membagi hasil penjualan mobil milik korban yang mereka rampok.(srp/dtk/cw1/dlt)

Berita Terkait : Jangan Terima Orderan Malam

News Feed