oleh

Sopir Mengeluh Solar Sering Habis

Jatah SPBU Marga Mulya Dikurangi

LINGGAU POS ONLINE, MARGA MULYA – Sejumlah sopir Fuso dan Colt Diesel mengeluh. Mereka mempertanyakan solar cepat habis dijual di SPBU 24.316135 Marga Mulya.

Salah seorang sopir berinisial NN mengakui hal tersebut.

“Kami kecewa mengapa solar cepat sekali habis di SPBU Marga Mulya, kami merasa dirugikan sudah antre panjang tetapi tak mendapatkan solar. Mungkin stok Solar di SPBU Marga Mulya sedikit, sebaiknya pihak Pertamina menambah stoknya agar setiap hari tidak kehabisan,” kata NN pada Koran ini, Rabu (1/11).

Lebih lanjut NN mengimbuhkan keadaan ini sangat disesalkan pihaknya selaku sopir, karena memang membutuhkan Solar. NN minta kembali agar stok Solar itu ditambah di SPBU Marga Mulya, hingga mereka tidak sering antre panjang, hingga menganggu ruko yang berada di dekat jalan raya.

Saat dikonfirmasi, Pengawas SPBU 24.316135 Marga Mulya. Bakri didampingi Manager, Yadi mengatakan bahwa solar yang dijual Rp 5.150 per liter memang kurang, karena sekarang stok solar biasa disuplai 16 KL berkurang menjadi 8 KL.

“Pengurangan solar ini sudah terjadi sejak dua bulan terakhir hingga akhirnya berdampak dengan kekurangan stok hingga sopir Fuso maupun Truk Diesel antre mengular sampai menutupi ruko yang berada di dekat jalan raya,” jelas Bakri, kemarin diamini Yadi.

Ia menjelaskan dengan sedikitnya stok solar, ini pihaknya berharap Pertamina dapat menambah jatah solar setiap harinya. Sebab dampaknya terjadi kemacetan di jalan karena stok sedikit dengan permintaan cukup banyak.

”Pagi-pagi banyak kendaraan yang antre untuk mendapatkan solar, antrenya sampai beberapa kilometer. Kebijakan dari Pertamina ini tolong ditinjau ulang lagi agar pengendara tidak merasa dirugikan,” jelas Bakri menyebutkan pihaknya buka mulai pukul 07.00 WIB setiap harinya.

Hal lainnya, sambung dia, berharap agar jatah BBM ke SPBU mereka dapat dinormalkan kembali.

“Kami minta agar konsisten dalam hal stok solar ini. Kalau jatahnya 8 KL ya disamakan setiap SPBU-nya, sama semuanya jangan terkesan kami dianaktirikan,” timpal Yadi.

Apalagi saban harinya, pihaknya mesti melayani mobil sampah yang membutuhkan solar.

“Harapan kami jatah solar minta dinormalkan kembali. Kebutuhan akan solar sangat penting sekali, karena pada pagi hari mesti melayani mobil sampah yang membutuhkan solar,” tambahnya. (01)

Komentar

Rekomendasi Berita