oleh

Soal Cikencreng, Walikota Minta Warga Jangan Mudah Terprovokasi

LINGGAU POS ONLINE – Pemkot Lubuklinggau bersama masyarakat di sekitar lahan PT Cikencreng, Senin (12/8/2019) mengadakan pertemuan membahas mengenai rencana pengelolaan lahan PT Cikencreng kedepan. Sebelumnya PT Cikencreng dan pemerintah sepakat untuk mengakhiri sengketa masalah lahan ini.

Pertemuan tersebut dipimpin langsung Wali Kota Lubuklinggau, H SN Prana Putra Sohe didampingi Ketua Tim Penataan Tanah, Wakil Walikota Lubuklinggau, H Sulaiman Kohar. Hadir pula Dandim 0406, Letkol (Inf) Aan Setiawan dan perwakilan dari Polres.

“Kehadiran saya dan masyarakat disini bertujuan untuk menyamakan persepsi agar tidak terjadi kesalahpahaman. Oleh karena itu, saya ikutsertakan juga tokoh pemuda dan tokoh masyarakat dengan harapan informasi yang didapat nantinya betul-betul jelas serta bisa dipertanggungjawabkan,” jelas Walikota.

Menurut Walikota, sebenarnya sejak Pemkot Lubuklinggau dibawah kepemimpinan sebelumnya sudah pernah digugat oleh PT Cikencreng atas pembangunan rumah dinas Walikota.

Pada prinsipinya pemerintah setuju untuk berdamai dan bersedia mengembalikan lahan kepada masyarakat terutama lahan yang terlanjur telah dibangun gedung termasuk sekitar 12 rumah warga yang terdampak relokasi pengembangan lahan PT Cikencreng.

Mengenai relokasi ini lanjut Wako, diperlukan pendataan oleh tim yang dipimpin Wawako secara terperinci dan menyeluruh.

“Jadi tim inilah nantinya yang akan menginventarisir secara terperinci dan menyeluruh kemudian diganti rugi dengan cara direlokasi. Dalam prosesnya saya meminta kepada masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh pihak manapun,” imbuhnya.

Salah seorang warga, Harahap dalam kesempatan itu mengaku setuju apabila nantinya dia bersama rekan-rekan terkena dampak relokasi, hanya saja harus jelas dan transparan.

“Saya pertama kali menandatangani persetujuan didepan Pak Camat kalau ada pembangunan untuk Kota Lubuklinggau kami sangat setuju asalkan penggantiannya jelas,” kata Harahap.

Menanggapin hal itu, Walikota menjelaskan bahwa relokasi lahan akan dilakukan di Kelurahan Taba Baru berbatasan dengan sungai dan dikembangkan menjadi kawasan layak huni.

“Lahan sudah dipersiapkan di Kelurahan Taba Baru berbatasan dengan sungai. Di lokasi itu nantinya akan dikembangkan kembali seperti pembangunan akses jalan dan listrik. Tentang pergantian Insya Allah dilakukan sejelas-jelasnya. Mohon bantuan masyarakat untuk bekerjasama dengan tim inventarisir,” pungkasnya. (*)

Sumber : Diskominfo Lubuklinggau

Rekomendasi Berita