oleh

SMPN 5 Gandeng Orang Tua Dalam Pengawasan

LINGGAU POS ONLINE, LUBUKLINGGAU – Kepala SMP Negeri 5 Lubuklinggau, Anita memiliki cara sendiri dalam memimpin generasi muda zaman milenial.

“Saya selalu terapkan sistem keterbukaan kepada siswa-siswi di sekolah, karena saya yakin sekali dengan sistem keterbukaan ini siswa-siswi dapat termotivasi. Contohnya saja kalau mau nilai bagus tentu saja harus belajar, sekarang tidak bisa lagi menggunakan seandainya atau umpama. Akan tetapi harus dibuktikan dengan sungguh-sungguh agar prestasi yang diinginkan dapat tercapai,”kata Anita kepada Linggau Pos, Jumat (3/11).

SMP Negeri 5 Lubuklinggau sendiri beralamat di Kelurahan Karya Bakti, Kecamatan Lubuklinggau Timur II.

Anita mengaku bahwa lingkungan SMP Negeri 5 Lubuklinggau, Sumber Daya Manusianya tidak terlalu hebat-hebat, makanya ketika prestasi itu dicapai oleh para pelajarnya, dapat menimbulkan kebanggaan yang luar biasa.

“Rata-rata siswa-siswi SMP Negeri 5 Lubuklinggau orang tuanya bukan berasal dari pejabat, pegawai, ataupun yang lainnya. Sehingga, kalaupun siswa-siswi kita bisa masuk di SMA Negeri atau memiliki prestasi, jelas itu menjadi hal yang luar biasa bagi kita. Karena, kalau anak-anak yang menempuh pendidikan di lingkungan orang-orang kaya, kalau meraih prestasi itu sudah biasa, karena orang menganggap orang tuanya sudah hebat,”paparnya.

Saat ini ada 640 siswa-siswi yang sedang menempuh pendidikan dengan diasuh oleh 60 orang guru.

“Untuk kegiatan di sekolah cukup banyak mulai dari pramuka hingga gerak jalan yang belum lama ini mendapat juara satu tingkat Lubuklinggau,” akunya.

Untuk kerjasama dengan orang tua sendiri dilakukan dengan intens, karena orang tua dilibatkan langsung dalam proses perkembangannya.

“Orang tua menitip anaknya ke sekolah dengan keyakinan agar anak-anaknya bisa menjadi lebih baik lagi. Namun, memang selama berada di sekolah kita yang bertanggung jawab dalam mendidiknya. Selebihnya orang tua yang harus intens dalam memberikan pengawasan yang terbaik bagi anak-anaknya,”tuturnya.

Karena, untuk zaman sekarang pengaruh negatif sangat banyak sekali. Sehingga kalau tidak diantisipasi sejak awal, maka dikhawatirkan penerus generasi bangsa akan terpengaruh dengan perilaku-perilaku negatif tersebut.

“Selama di sekolah kita yang bertanggung jawab mengawasi perkembangan para pelajar, namun setelah pulang sekolah orang tua yang mengawasi. Makanya kerjasama kita dengan orang tua dilakukan dengan intens. Supaya anak-anak yang kita didik bisa tumbuh menjadi orang-orang yang berguna bagi nusa dan bangsa,” tutupnya. (12)

Komentar

Rekomendasi Berita