oleh

SMP-SMA Al-Ikhlas Lubuklinggau Lepas Santri Purna Belajar

Tahun Ajaran 2017/2018

YAYASAN Pendidikan dan Pengajaran Al-Ikhlas Sueb Tamat menggelar Pelepasan Santri Purna Belajar SMP-SMA Al-Ikhlas Tahun Pelajaran 2017/2018, Sabtu (28/4).

Acara yang terpusat di Aula Pesantren Modern Al-Ikhlas ini dipandu Master of Ceremony (MC) berbahasa Indonesia Khusnul Khotifah, berbahasa Arab Almaidah, dan Berbahasa Inggris Nursukma Muji ODS.

Acara diawali dengan Tilawah Alquran oleh santriwati Riska Amelia. Dilanjutkan dengan sambutan dari perwakilan siswa siswi kelas XII Aldi Alfarizi. Santri yang pernah Jadi Ketua Dewan Ambalan Pramuka SMA Al-Ikhlas itu mengungkapkan rasa terima kasih atas kesabaran, dan ketulusan para ustadz dan ustadzah Pesantren Modern Al-Ikhlas yang telah menghantarkan mereka pada pencapaian seperti saat ini.

Lebih istimewa, pada momen pelepasan tersebut hadir pula Ketua Yayasan Pendidikan dan Pengajaran Al-Ikhlas Ir Sonny Rahmad Widodo, Pimpinan Pondok Pesantren Modern Al-Ikhlas Ust Iwan Setiawan dan Bendahara Yayasan Esti Kusumawati.

Sementara itu, di hadapan tamu undangan Wakil Pimpinan Bagian Akademik Ust Fauzan mengingatkan kepada para alumni SMP dan SMA Al-Ikhlas, untuk senantiasa berdoa agar kelak bisa jadi sosok yang pandai membalas jasa orang tua. Ia juga menegaskan, ridho orang tua merupakan kunci kesuksesan anak.

“Manakala orang tua Ridho maka Allah pun akan ridho,” tegasnya.

Ust Fauzan juga mengajak santriwan-santriwati mengamalkan akhlak yang sudah ditempa dan diajarkan di Pesantren Al-Ikhlas selama ini. Ust Fauzan mengatakan, ilmu memang mahal, tapi lebih mahal akhlak.

“Jangan bangga dengan ilmu, kalau kau tak punya akhlak. Dan anak-anak harus ingat, betapa sejuk hati orang tuamu, jika anaknya berakhlak. Kenapa orang tua bahagia? karena anak-anaknya patuh dan taat pada orang tua,” jelasnya.

Ust Fauzan juga meyakini, ketika ajaran aqidah, ilmu dan akhlak di Pesantren Al-Ikhlas terus diamalkan, insya Allah anak-anak yang kini baru tamat SMP dan SMA itu, kelak akan jadi penentu kebijakan bangsa ini.

“Jadilah orang yang manfaat jadi penyejuk hati orang tua dan masyarakat,” imbuhnya.

Tampak hadir dalam kegiatan ini, Kepala SMP Al-Ikhlas Zaitar Rasyidi, Kepala SMA Al-Ikhlas A Gusti Yusuf diwakili Ibu Minarni, Kepala SDIT Al-Ikhlas Ust Mufid, Kepala Asrama Putra Ust Mualim Hasibuan,Lc dan Kepala Asrama Putri Ust Ardiansyah.

Sementara itu, Ir Sonny di hadapan 53 calon alumni SMP dan 72 alumni SMA Al-Ikhlas meminta kepada santri yang akan segera lulus ini untuk membawa hal-hal positif yang telah diajarkan di Pesantren Modern Al-Ikhlas.

“Apa-apa yang diajarkan di Al-Ikhlas jangan dihilangkan. Tetap dipertahankan bahkan ditingkatkan. Selanjutnya mengenai pendidikan setelah ini. Ayo melanjutkan. Jangan mudah puas dengan lulus SMP atau SMA saja,” imbuhnya.

Ketua Yayasan juga mengucapkan terima kasih atas kepercayaan orang tua wali, yang menitipkan putra-putrinya untuk dididik di SMP dan SMA Al-Ikhlas selama ini. Para santri ini juga sudah banyak yang mengharumkan nama Al-Ikhlas, dengan meraih beragam prestasi. Seperti Juara Umum 1 Pramuka di Jayaloka 2018,Juara 1 Marching Band dan Juara Umum antar LKS antar SMA 3 Tahun Berturut-turut.(02)

Rekomendasi Berita