oleh

SMP Negeri 2 Lubuklinggau Siap Laksanakan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas

LINGGAUPOS.CO.ID- SMP Negeri 2 Lubuklinggau telah melakukan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) dengan memperhatikan standar protokol kesehatan yang ketat, berdasarkan monitoring tim SMPN 2 diperbolehkan melakukan pembelajaran tatap muka terbatas oleh Dinas Pendidikan Kota Lubuklinggau.

Pembelajaran Tatap Muka Terbatas ini tentu dengan menerapkan pola genap ganjil berdasarkan nomor urut absen siswa, seandainya siswa A nomor absennya 1, berarti sekolahnya hari ini, dan siswa B nomor absennya 2 berarti sekolah nya besok dan seterusnya seperti itu, dan tempat duduknya diatur dengan berjarak sesuai standar protokol kesehatan covid19.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Lubuklinggau, Dian Candra mengatakan,” Berdasarkan hasil monitoring hari ini SMP Negeri 2 Lubuklinggau paling siap melaksanakan pembelajaran tatap muka terbatas, mulai dari persiapan dan juga cara proses pembelajarannya,”katanya.

Ditambahkannya, adapun sekolah-sekolah yang melakukan PTMT ini sebanyak 21 Sekolah, 14 Sekolah Dasar, 7 SMP N dan Swasta, yang sudah melakukan pembelajaran tatap muka terbatas (PTMT), yaitu ada 4 sekolah Negeri dan 3 Sekolah Swasta diantaranya yang Negeri, SMP Negeri 2 Lubuklinggau, SMP Negeri 4 Lubuklinggau, SMP Negeri 5 Lubuklinggau dan SMP Negeri 9 Lubuklinggau dan yang swasta SMP Putra-Putri Bangsa, SMP Mutiara Cendikiawan serta Pondok Pesantren Ar Risalah Lubuklinggau.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Lubuklinggau, Parman mengatakan,” Untuk jumlah siswa dalam satu kelas akan dibagi dua berdasarkan absen genap ganjil, seandainya dalam satu kelas 36 siswa, berarti dalam satu kali pertemuan tatap muka 18 siswa perkelas, dan itu diterapkan setiap kelas, termasuk kelas VII dan VIII,”katanya.

“Ditambahkan, kami sudah menyediakan 4 buah tedmon besar air, bilik dispektan, 20 lebih  keran air dan sabun serta handsanitaizer, itu tersedia disetiap kelas dan ruang guru serta diruangan BK,”ungkapnya.

“Kami menghimbau dan berharap kepada siswa bisa mentaati peraturan yang sudah diterapkan ini demi menjaga kesehatan kita bersama, dan bagi para orang tua yang mengantarkan anaknya tidak diperbolehkan masuk diarea sekolah hanya cukup mengantarkan depan gerbang sekolah saja,”tutupnya.(*)

Rekomendasi Berita