oleh

SMKN 2 Tuan Rumah UN Perbaikan

LINGGAU POS ONLINE, LUBUK AMAN – Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) menunjuk 17 SMK untuk jadi tuan rumah Ujian Nasional Perbaikan (UNP). Khusus di Kota Lubuklinggau, Disdik Sumsel merekomendasikan SMKN 2 Lubuklinggau sebagai tuan rumah UNP.

Kepala SMKN 2 Lubuklinggau, Eriani membenarkan itu, saat dikonfirmasi Linggau Pos, Rabu (4/7).

Sebagai tuan rumah, SMKN 2 Lubuklinggau telah menyediakan 200 komputer berikut tim teknis untuk menyukseskan program Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) itu.
Progtor yang juga Wakil Bidang Sarana SMKN 2 Lubuklinggau, Belly Sofyan menjelaskan, UN perbaikan ini sudah lima tahun diselenggarakan Kemdikbud. Untuk membantu siswa-siswi alumni SMK tahun ajaran 2017/2018 maupun alumni tahun 2016/2017 untuk memperbaiki nilainya.

“Memang kelulusan UN ditentukan sekolah. Namun, bagi siswa yang nilai UN-nya ada bawah 5,5 (bawah standar), disarankan memperbaikinya dengan memanfaatkan peluang UN perbaikan. Lima tahun lalu, banyak yang mau memperbaiki. Tapi empat tahun belakangan nyaris tidak ada. Sebenarnya, tidak perlu malu mengikuti UN Perbaikan. Ini juga untuk masa depan anak-anak,” terang Belly Sofyan.

Pendaftaran untuk mengikuti UN Perbaikan itu dilakukan mulai 1-13 Juli 2018. Sementara UN Perbaikan dilaksanakan berbasis komputer di SMKN 2 Lubuklinggau 28-31 Juli 2018.

Belly mencontohkan, seandainya ada alumni SMK Bekasi, atau Pagaralam yang tinggal di Kota Lubuklinggau, dan nilai UN-nya di bawah 5,5 disarankan ikut UN perbaikan di SMKN 2 Lubuklinggau. Pun jika ada alumni SMKN 2 Lubuklinggau yang ternyata nilai UN-nya bawah 5,5 sudah dan sedang kerja di Palembang, bisa mengikuti UN Perbaikan di SMK yang ditunjuk sebagai tuan rumah di Kota Palembang.

UN Perbaikan ini nantinya mengujikan mata pelajaran Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika dan Kejuruan. Soal-soal yang diberikan untuk siswa dibuat Pusat Penilaian Pendidikan (Puspendik) Kemendikbud RI.

Pengamat Pendidikan Provinsi Sumsel, Prof. DR Jalaluddin menerangkan, alumni SMK yang nilainya bawah 5,5 penting mengikuti UN perbaikan ini.

“Jangan malulah. Inikan juga untuk masa depan mereka. Karena alumni SMK biasanya kan langsung kerja. Maka, kalau nilainya bagus, akan jadi pertimbangan pemberi kerja dalam menerima calon pekerja. Semoga saran saya bisa jadi pertimbangan,” terang dia.

Ia berharap, orang tua pun mendukung putra-putrinya. Karena mendapat nilai kecil saat UN, bisa jadi saat kondisi kesehatan maupun psikologi anak sedang down. Sehingga mempengaruhi konsentrasinya.

“Mumpung ada kesempatan memperbaiki, manfaatkan!” saran dia.(02)

Rekomendasi Berita