oleh

SMKN 1 Lubuklinggau Terapkan Aplikasi Google Classroom

LINGGAUPOS.CO.ID– Tahun Ajaran 2020/2021, SMKN 1 Lubuklinggau tetap melaksanakan pembelajaran secara daring. Yakni, menggunakan aplikasi Google Classroom.

Kepala SMKN 1 Lubuklinggau, Puguh Purnomo kepada linggapos.co.id mengatakan Google Classroom ini dipilih karena banyak memiliki keunggulannya, yakni Google Classroom memiliki proses pengaturan yang cepat dan nyaman.

Ia menambahkan, aplikasi ini juga hemat serta efisien waktu, karena mampu meningkatkan kerjasama dan mudah untuk mengadakan komunikasi. Kemudian aplikasi juga memberikan peluang untuk berdiskusi antara pelajar dan wali kelas di kelasnya masing-masing.

Berbagai sumber daya yang efisien dan praktis serta cepat untuk di analisis. Serta bisa dengan cepat dievaluasi, dan pelajar yang belajar secara daring pada aplikasi ini tidak akan merasa bosan. Oleh karena itu, aplikasi ini sangat cocok untuk pelajar di SMKN 1 Lubuklinggau ini.

Puguh berpesan kepada guru yang mengajar di kelas jangan memberikan tugas yang sifatnya membebankan tetapi sifatnya adalah memimpin, mendidik, mengasuh dan mengajar itu tidak harus mesti membebani. Sehingga walaupun pelajar belajar secara daring pelajar tersebut tetap semangat.

Puguh menjelaskan untuk menghindari sembarangan memberikan tugas kepada siswa, untuk itu, walaupun belajar daring pihaknya membuat jadwal jam belajarnya yakni mulai pukul 08.00 Wib hingga pukul 13.15 Wib.

“Guru memberikan tugas diantara interval waktu yang sudah dijadwalkan tersebut, tidak boleh seperti yang sudah-sudah jadwalnya tidak teratur,” jelasnya.

Terkadang ada yang siang, lanjutnya, sore atau malam, yang mana menurut dirinya tidak sangat profesional. Sehingga, pihaknya membuat jadwal seperti ini agar para pelajar tersebut mempunyai batasan dan aturan saat KBM ini berjalan serta memiliki waktu untuk beristirahat.

“Karena mereka ini semuakan masih dalam masa perkembangan, dan Alhamdulillah untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan guru di sini saat sebelum KBM daring, seluruh guru dibekali dengan mengikuti In House Training (IHT),”ungkapnya.

Untuk pembekalan ini memang khusus untuk mempelajari masalah KBM secara daring ini dan terkhusus lagi masalah aplikasi Google Classroom ini.

“Saya bersyukur dengan menggunakan aplikasi ini belum ada kendala yang sifatnya signifikan, dikarenakan di aplikasi ini prosesnya lebih cepat, akurat, pengumpulan datanya lebih terpusat,”tutupnya.(*)

Rekomendasi Berita