oleh

SMK Yadika Gandeng Dudi dan Perguruan Tinggi

LINGGAU POS ONLINE, LUBUK KUPANG – Guna meningkatkan kualitas alumni dan mutu SDM, SMK Yadika Lubuklinggau bekerja sama dengan beberapa Perguruan Tinggi (PT) , Dunia Usaha dan Dunia Industri (Dudi). Diantaranya Universitas Musi Rawas (Unmura), STIE-STMIK Mura, Perwakilan Hotel Dafam, Amazing Riverside Hotel, SMart Hotel, City Hotel, Abadi Hotel, Mitsubishi dan Bank BRI Cabang Lubuklinggau.

Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) kerjasama antara SMK Yadika dengan PT dan Dudi itu dilakukan Kamis (24/7) di lantai IV, Aula SMK Yadika Lubuklinggau. Disaksikan Perwakilan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lubuklinggau Romli, kepala SMK se-Kota Lubuklinggau, Kepala SMA Yadika Suharto, ratusan orang tua wali siswa, guru, dan peserta didik kelas X, XI maupun XII.
Lebih istimewa, acara yang dipandu Appilion Joniko itu dihadiri Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sumsel diwakili Kabid SMK, Dra Erlina.

Di hadapan tamu undangan, Erlina mengaku pernah memimpikan untuk berada di Aula SMK Yadika. Mengingat seringkali ia melihat kegiatan-kegiatan SMK Yadika yang diupload Kepala SMK Yadika Lubuklinggau CH Ibramsyah.

“Terima kasih, sudah mewujudkan salah satu mimpi saya. Akhirnya saya bisa berdiri di sini (Aula SMK Yadika). Melihat hasil karya siswa-siswi kelas X berupa produk dari bahan daur ulang, saya apresiasi ini. SMK memang harus inovatif, dan terus perkuat keterampilan ini,” pesan dia.

Pada kesempatan itu, CH Ibramsyah menuturkan, kerja sama ini dilakukan sebagai wujud komitmen SMK Yadika untuk mewujudkan percepatan kemajuan pendidikan.

Ia juga menuturkan, kemarin juga SMK Yadika mengundang orang tua/wali kelas X agar bisa menyaksikan hasil kerja perdana putra-putrinya selama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2018/2019.

“Sebab, SMK Yadika sekarang menerapkan Project Based Learning atau Pembelajaran Berbasis Proyek. Selain itu, SMK Yadika juga fokus pada penguatan religiusitas, dengan mewajibkan siswa –siswi muslim mengaji, dan membaca yasiin di awal KBM. Juga memberikan guru khusus bagi siswa penganut agama Non Muslim,” imbuh CH Ibramsyah.

Mengenai MoU dengan Dudi dan PT, ia berharap bukan sekadar seremonial saja. Namun, antara SMK Yadika, PT dan Dudi bisa saling bersinergi. Baik sebagai guru tamu, tempat praktik kerja industri, maupun penyaluran alumni.

Pada kesempatan sama, Ketua STIE Mura, Prof. DR H Abdullah Hehamahua menjelaskan, siswa-siswi SMK khususnya SMK Yadika harus bisa jadi penerus Habibi. Sebagai satu-satunya manusia Indonesia yang ber-IQ 190.

“Potensi Sumber Daya Alam (SDA) yang ada di Kabupaten Mura dan Kabupaten Muratara ini harus dikelola dengan benar. Oleh karena itu saya rela terbang dari Jakarta ke Lubuklinggau, menjadi dosen, agar SDA yang ada di Mura dan Muratara ini tidak seperi di Sulawesi Tenggara. Pemuda daerah inilah yang harus mengelolanya,” terang Abdullah.

Ia menyadari, soal lapangan kerja, jadi hal penting yang dirintis SMK Yadika agar pelajar punya sikap wirausaha. Sehingga kalaupun tak bisa lanjut kuliah, kalian tetap bisa berwirausaha.

Apalagi Mura ini lumbung padinya Sumsel. Namun nyatanya Mura masih masuk daerah tertinggal. Pun dengan Muratara uraniumnya terbaik di dunia, namun berstatus daerah tertinggal juga. Artinya, kata Abdullah, potensi yang ada di daerah-daerah ini belum dieksplorasi maksimal.

“Oleh karena itu, dengan skill yang dimiliki. Alumni SMK harus ambil bagian memajukan daerah ini,” imbuh dia.

Hal senada disampaikan Ketua PHRI Kota Lubuklinggau sekaligus General Manager Hotel Abadi Kadarisman.

Ia meyakini, saat ini SMK benar-benar telah melahirkan SDM yang kompeten. Meski begitu, mengasah ilmu tetap jadi keharusan.

“Yang jadi tantangan saat ini, banyak orang terlena melihat hasil. Contoh saya sendiri, gabung di hotel itu tahun 1993 sebagai tukang cuci piring. Namun dengan kerja maksimal, disiplin dan loyalitas, maka berkembang. Barulah sekarang mengenyam hasilnya. Nah, artinya tidak ada orang yang kerja itu tiba-tiba sukses. Tidak ada yang instan,” terang dia.

Oleh karena itu, Kadarisman berpesan khususnya siswa-siswi SMK Yadika untuk menghargai proses. Utamakan keramahan, karena kita bergerak di sektor wisata.

“Hal penting untuk sukses kerja, perhatikan attitude kita. Karena bobot penilaian terbesar bukan pada ilmu saja, namun juga pada kejujuran dan disiplin,” imbuhnya.

Acara yang berakhir pukul 11.30 WIB itu ditutup dengan penampilan Gitar Tunggal dan Senjang oleh Bengkel Seni SMK Yadika Lubuklinggau. (02)

Rekomendasi Berita