oleh

SMA Xaverius Lubuklinggau Dorong Potensi Akademik dan Non Akademik Siswa

TAK hanya dari sisi akademik, SMA Xaverius ternyata cukup konsern dalam mendorong peserta didiknya untuk aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler. Menurut penuturan Kepala SMA Xaverius IG Maryanto, ekstrakulikuler itu penting. Karena tidak semua siswa bisa unggul dan memiliki potensi dalam akademik.

Sehingga, sekolah pun memfasilitasi dengan maksimal wadah untuk pengembangan diri siswa. Di SMA Xaverius ada 15 ekstrakulikuler. Diantaranya, Paskibra, Futsal, Karya Ilmiah Remaja (KIR), Cheers, Voli, Basket, Catur,band akustik, Seni dan masih banyak lagi.

IG Maryanto juga berpendapat, terkadang seseorang sukses bukan karena nilai-nilai pada pencapaian akademiknya. Tidak sedikit orang sukses lantaran meraih juara dalam kompetisi olahraga, menulis, bahkan juga seni.

Jadi menurut Maryanto, tidak berlebihan jika SMA Xaverius memberikan ruang seluas-luasnya bagi siswa-siswi untuk juga aktif dalam ekstrakulikuler.

Didampingi Wakil Bidang Kesiswaan, Agnes Rini, IG Maryanto menjelaskan ekstrakulikuler juga berdampak positif pada penguatan karakter siswa.

“Namanya hidup bersosial, maka kebutuhan pertemanan bisa dijalin melalui ekstrakulikuler. Mereka yang satu hobi biasanya klop menjalin persahabatan. Dari ekstrakulikuler juga diajarkan bagaimana bekerja sama, menjaga kekompakan, kerja dalam tim, menjaga kepercayadirian, saling menghargai, dan disiplin. Ini kadang tidak mereka dapatkan di dalam kelas. Namun dengan gabung di ekstrakulikuler, mereka bisa melatih beberapa karakter positif tadi,” jelas IG Maryanto.

Selain itu, lanjutnya, ekstrakulikuler juga sangat positif untuk mengisi waktu luang siswa. Sehingga mereka tidak mudah terjebak pada pergaulan yang salah. Selain ekstrakulikuler pilihan yang wajib diikuti oleh siswa-siswi kelas X, setiap siswa SMA Xaverius juga memiliki ekstrakulikuler wajib yakni Pramuka.

“Kalau kelas X memang wajib. Maksimal satu siswa memilih dua ekstrakulikuler. Kalau sudah kelas XI dan XII boleh ikut boleh tidak. Karena biasanya mereka sudah konsern pada persiapan ujian dan masuk perguruan tinggi,” imbuh Maryanto.

Biasanya, pada saat siswa masih kelas X, sekolah akan memberikan angket untuk ditujukan ke orang tua juga.

“Jadi yang ikut ekstrakulikuler ini, atas persetujuan orang tua juga. Pada angket tersebut, orang tua membubuhkan tanda tangan. Saking mendukungnya, untuk ikut kompetisi di luar kota, dukungan yang diberikan orang tua sangat besar. Baik moril maupun materiil,” jelas Maryanto.

Even yang kini sedang diikuti siswa-siswi SMA Xaverius adalah kompetisi KIR Tingkat Nasional di Universitas Diponegoro. Di sana, karya siswa SMA Xaverius berupa mengolah limbah plastik menjadi gas alternatif sedang dipertandingkan. (05)

Komentar

Rekomendasi Berita