oleh

SLBN Mura Butuh Guru PNS

Dwi Tugiantoro
“Jumlah guru kami 22 orang. Namun yang PNS hanya 8 orang. Sisanya honorer…”

LINGGAU POS ONLINE, G1 MATARAM – Ada 115 anak didik yang kini belajar di Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Musi Rawas (Mura). Jumlah ini naik jauh dibanding ketika awal SLBN Musi Rawas berdiri 2006. Kala itu SLBN Musi Rawas hanya mendidik 7 anak. Namun, di tengah animo yang besar itu, sekolah ini masih kekurangan guru PNS.

“Jumlah guru kami 22 orang. Namun yang PNS hanya 8 orang. Sisanya honorer. 2015 Lalu, memang ada insentif untuk honorer sampai Rp 800 ribu lebih. Namun sejak 2016-2017 tidak ada lagi insentif itu. Sementara kami butuh tenaga bapak ibu guru honorer ini,” jelas Kepala SLBN Musi Rawas, Dwi Tugiantoro, Selasa (26/12).

Sekalipun mengandalkan guru honorer, SLBN Musi Rawas memberikan pelatihan khusus bagi guru-guru alumni sarjana pendidikan ilmu umum untuk mendapatkan pembekalan tentang bagaimana menjadi guru Pendidikan Luar Biasa (PLB).

Menurut Dwi, memang tidak mudah untuk menjadi guru PLB. Karena perlu keahlian khusus untuk mendidik anak dengan ragam ketunaan. Baik tuna rungu wicara, tunagrahita, maupun tunadaksa.

“Meski bukan alumni PLB, rekan-rekan honorer ini juga sangat telaten mendidik anak-anak kami. Itu yang saya salut. Padahal, tidak mudah adaptasinya. Dan mendidik anak disabilitas ini butuh kesabaran ekstra. Saya bersyukur sekali, mereka semua bisa. Dan sekalipun dengan gaji tak seberapa, tetap mampu mendedikasikan diri dengan lebih maksimal,” terang Dwi.

Menurut Dwi Tugiantoro, ia menyadari untuk mendidik 115 siswa mulai dari TKLB, SDLB, SMPLB dan SMALB idealnya membutuhkan 35 guru lebih.

“Kami berharap, apa yang kami sampaikan ini ‘didengar’ oleh Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel). Sebab, sekalipun dengan semua keterbatasan, guru-guru kami bisa melahirkan anak didik yang berprestasi. Apalagi kalau sampai ditambah guru PNS-nya. Atau dilakukan pengangkatan pada guru-guru yang belum PNS saat ini,” harapnya.(05)

Komentar

Rekomendasi Berita