oleh

Situs Gangguan, BKPSDM Kecewa

LINGGAU POS ONLINE, MURATARA – Hari pertama pendaftaran penerimaan CPNSD secara online, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia  (BKPSDM) Kabupaten Muratara, Sudartoni kecewa. Karena website https://sscn.bkn.go.id/ untuk mendaftar mengalami gangguan.

“Memang sudah ada pelamar yang berhasil meskipun sedikit, namun tidak bisa kita pantau berapa pelamar yang sudah masuk karena website-nya mengalami gangguan,” kata Sudartoni, Rabu (26/9).

Untuk itu, hari ini (27/9) pihaknya akan memantau kembali, apakah masih gangguan atau tidak.

“Kalau memang masih gangguan, kita koordinasikan kembali ke BKN Regional 7 Palembang,” tegasnya.

Selain itu, masih ada pelamar yang bertanya dan ingin memasukan berkas secara manual ke BKPSDM.

“Ya terpaksa kami tolak berkasnya, dan kami jelaskan kembali kalau pendaftaran dilaksanakan secara online,” jelasnya.

Sementara Kabid Pengadaan BKPSDM Kabupaten Musi Rawas (Mura), Wiwik saat dibincangi menegaskan di hari pertama pendaftaran online justru pihaknya belum bisa memantau. Hal ini dikarenakan jaringan internet di kantor mereka mengalami gangguan.

“Setelah kita koordinasikan dengan Dishub, ternyata ada kabel jaringan kita yang tertabrak mobil sehingga mengalami gangguan. Namun tadi sudah diperbaiki, dan insya Allah besok jaringan kita sudah bisa memantau pelamar CPNSD,” jelasnya.

Hari pertama diakui Wiwik, pihaknya belum menerima keluhan dari pelamar mengenai gangguan jaringan.

Sementara itu, Lia Ningsih salah satu pelamar CPNS yang beralamat di Jalan Kenanga 2 ini mengakui pelaksanaan registrasi secara online tahun ini cukup menguras pikiran, karena banyak berkas yang harus dipersiapkan sesuai dengan ketentuan.

“Ini pertama kalinya mbak saya ikut CPNS, jadi cukup sulitlah, karena nggak ada pengalaman. Apalagi persyaratan cukup ribet, seperti persiapan file dengan format JPEG dan ukuran ditentukan, seperti file scan ijazah harus seusai ukuran yang ditentukan. Jadikan ribet mbak, kita bolak-balik scan, minta tolong di warnet untuk sesuaikan ukurannya,” ungkapnya.

Apalagi tahun ini, lanjutnya, pelamar juga diharuskan upload swafoto atau selfie dengan memperlihatkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Informasi Akun.

“Nah, kita disuruh foto pegang KTP dan di-uploud, seperti kalau mau daftar shop online gitu,” tutur Lia yang berencana akan mendaftar sebagai CPNS di formasi Kementerian Agama Republik Indonesia ini.

Wanita lulusan S1 Fisika STKIP-PGRI ini juga mengatakan walaupun ribet dalam pendaftaran CPNS, dirinya tetap enjoy dan semangat ikut dalam CPNS ini.

“Tapi saya tetap enjoy dan semangat mbak, karena ini kesempatan untuk jadi ASN. Usai pendaftaran saya akan giat belajar, biar bisa lulus, Amin,” harapnya.

Lia juga berpesan kepada semua pelamar yang akan melakukan registrasi CPNS untuk harus teliti dan mempersiapkan segala persyaratannya sebelum lakukan pendaftaran.

“Teliti, fokus baca persyaratan dan semua tata cara pendaftaran, siapkan semua persyaratan, baru daftar online, biar gak bolak-balik,” ujarnya.

***
Sementara itu, Kepala Kantor Daerah Telkom Kota Lubuklinggau, Yazirman,SE mengatakan sudah dari jauh hari melakukan peningkatan kualitas jaringan untuk menghadapi registrasi CPNS secara masa ini.

“Tentu, kami sudah melakukan beberapa peningkatan kualitas jaringan jauh sebelum ini. Salah satunya kita gencar mengganti semua jaringan tembaga menjadi jaringan fiber optik. Langkah ini dilakukan, untuk memastikan seluruh pelanggan bisa menikmati layanan PT Telkom secara maksimal,” jelasnya.

Ia memastikan hampir keseluruhan di Kota Lubuklinggau sudah menggunakan jaringan fiber optik. Begitupun dengan warnet-warnet yang ada di Kota Lubuklinggau sudah migrasi dari jaringan tembaga ke jaringan fiber optik.

“Jadi, para pelamar CPNS tidak perlu khawatir mengenai jaringan. Insya Allah Telkom sudah memaksimalkan semua jaringan internet di Kota Lubuklinggau dan sekitarnya. Apalagi pelanggan yang menggunakan jaringan fiber optik, jaringan internetnya akan tahan terhadap cuaca buruk. Dan inilah salah satu keunggulan jaringan fiber optik, tahan terhadap cuaca buruk,” jelasnya.

Untuk saat ini, pihak telkom juga belum bisa memastikan jumlah warnet yang menjadi pelanggan telkom ini.

“Untuk jumlah warnet di Kota Lubuklinggau, tidak bisa kita pastikan berapa, karena ada beberapa warnet yang saat mendaftar menggunakan data pribadi, jadi kita tidak pastikan jumlahnya,” terangnya.

Yazirman juga mengatakan, bagi para pelamar, masyarakat di Kota Lubuklinggau dan sekitarnya juga bisa memanfaatkan fasilitas Wifi.ID Corner yang disediakan PT Telkom, untuk yang ingin melakukan registrasi CPNS.(rfm/rrf)

***Hari Pertama, 555.024 Pendaftar CPNS

HARI pertama pembukaan pendaftaran seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2018 langsung dibanjiri pelamar. Sejak dibuka pada Rabu (26/9) pukul 00.01 WIB hingga pukul 14.30 WIB tercatat jumlah akun pelamar yang sudah teregistrasi mencapai 555.024.

Memang sampai sejauh ini belum ada kendala yang berarti dalam proses pendaftaran CPNS. Namun, Badan Kepegawaian Negara (BKN) selaku instansi pelaksana seleksi CPNS Nasional telah menyediakan helpdesk SSCN 2018 yang bertujuan untuk membantu pelamar yang terkendala akses portal SSCN dan perihal informasi pendaftaran.

“BKN juga menyediakan helpdesk SSCN 2018 yang berada di Gedung I Kantor Pusat BKN, Jl Letjen Sutoyo No. 12 Jakarta Timur, yang dapat melayani pelamar,” kata Kepala Biro Hubungan Masyarakat BKN, Mohammad Ridwan di Jakarta, Rabu (26/9).

Untuk waktu pelayanan bagi para pelamar, dibuka pada saat jam kerja. Yakni, Senin-Kamis mulai pada pukul 08.30–15.00 WIB, istirahat pukul 12.00 WIB-13.00 WIB. Jumat pukul 09.00–15.30 WIB dan istirahat pukul 11.30 WIB-13.00 WIB.

Dalam proses pengaduan, lanjut Ridwan, para pelamar sebelum datang ke helpdesk SSCN 2018, pelamar dipersilakan mengunjungi kanal Frequently Asked and Questions (FAQ) pada portal sscn.bkn.go.id yang memuat pertanyaan  yang paling sering ditanyakan publik beserta solusinya.

“Ini dilakukan agar dalam rangka proses seleksi CPNS tahun 2018 akan berjalan secara transparan, obyektif dan tanpa biaya,” ujarnya.

Ia menegaskan, jika nantinya ada oknum-oknum yang mencoba menawarkan jasa jalur masuk secara instan dengan sejumlah uang, dipastikan itu penipuan dan hoaks. Olehnya itu, para pelamar hanya dipersilakan untuk mengikuti update terkini seputar rekrutmen CPNS 2018 melalui web resmi dan akun media sosial BKN dan instansi pembuka rekrutmen yang telah terverifikasi.

“Kalau ada yang menawarkan jasa dengan membayarkan sejumlah uang, kami pastikan itu penipuan dan hoaks, jangan dipercaya,” tegasnya.

Sekedar diketahui, hari pertama pembukaan pendaftaran CPNS, sedikitnya sejak pagi setidaknya sudah ada 30-40 masyarakat yang mengadu di posko aduan atau ‘helpdesk’. Jumlah tersebut diprediksi terus mengalami peningkatan. Di dalam ruangan helpdesk para pelamar akan dilayani oleh tiga petugas yang berjaga dilengkapi dengan masing-masing satu unit komputer.

Meski demikian, para pelamar yang mengadu tetap akan melalui proses seleksi sebelum akhirnya dipersilakan masuk di dalam ruangan dengan cara diberikan beberapa pertanyaan. Hal-hal yang kebanyakan ditanyakan oleh calon pelamar adalah soal teknis pengisian form registrasi maupun pendaftaran di situs sscn.bkn.go.id. Contohnya seperti tidak dapat melakukan print formulir, lalu pengisian kolom seperti NIK (Nomor Induk Kependudukan) dan email yang terbolak-balik.

Mohammad Ridwan juga menambahkan, sejauh ini para pelamar baru dapat melakukan registrasi ke 245 kementerian/lembaga/instansi daerah. Rinciannya, 200 instansi daerah dan 45 kementerian/lembaga.

Sebelum melakukan registrasi, pihaknya menghimbau agar pelamar selalu mencermati setiap informasi syarat dan formasi jabatan yang diminta oleh K/L/D penerima. Setelah itu, baru membuat akun di portal SSCN.

“Jika instansi yang ingin dilamar belum muncul pada portal SSCN BKN, berarti instansi tersebut belum menerima pendaftaran atau formasinya belum selesai diverifikasi oleh BKN,” katanya.

Dikatakan, sejauh ini baru sekitar 245 K/L/D dari total 76 kementerian/lembaga dan 525 instansi daerah. Sisanya sampai saat ini masih dilakukan verifikasi dan validasi oleh BKN untuk selanjutnya diumumkan oleh masing-masing instansi.

Keterlambatan tersebut diakibatkan masih banyaknya instansi yang meminta untuk melakukan revisi formasi ke Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPANRB). Namun demikian, BKN optimis verifikasi tersebut bisa terselesaikan mengingat waktu pendaftaran yang cukup lama.

“Itu risiko yang harus ditanggung oleh instansi yang terlambat. Itu sudah kami tegaskan sejak awal. Namun demikian, dengan range waktu masih cukup antara 26 September-10 Oktober,” papar Ridwan.

Ridwan enggan untuk berandai-andai jika sudah batas akhir pendaftaran masih ada instansi yang belum mengumumkan penerimaan seleksi CPNS.

“Kita positif saja, pasti semua bisa. Pagi tadi baru 177 instansi, siang sudah 245. Kami terus bekerja bergantian siang dan malam,” tambahnya.

Selain itu, BKN juga membatasi jumlah pelamar dalam setiap harinya. Hasil kesepakatan yang dibuat bersama Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil) dalam sehari hanya melayani pembuatan 2 juta akun untuk pelamar CPNS.

“Server Dukcapil membolehkan web SSCN mengakses 2 juta NIK per hari untuk pendaftaran akun SSCN. Sebelumnya Ditjen Dukcapil hanya memberi jatah pembuatan akun sebanyak 1 juta per hari. Namun disepakati agar ditambah menjadi 2 juta akun per hari,” bebernya.

Meski terbilang cukup banyak, namun dengan jumlah pelamar 2 juta akun per hari diakui tidak akan menimbulkan masalah. Dia memastikan pembatasan 2 juta akun per hari tidak akan menimbulkan masalah. Dari hasil pengalaman pembukaan lowongan CPNS tahun lalu, di mana tahun lalu totalnya hanya 2,4 juta akun yang dibuat.

“Masih jauh dari kapasitas maksimal yang disediakan,” terangnya.

Dijadwalkan pendaftaran online melalui portal SSCN akan dibuka hingga 10 Oktober 2018 mendatang. Informasi mengenai formasi dan syarat jabatan yang dibuka pada rekrutmen CPNS ada pada portal tersebut. Selain dapat dilihat di laman SSCN juga dapat di lihat pada website K/L/D yang membuka rekrutmen. Pelamar diimbau untuk tidak buru-buru melakukan pendaftaran karena data yang sudah diinput pelamar di portal SSCN tidak dapat diubah. (fin)

Rekomendasi Berita