oleh

Siswi SMAN 6 Terpilih Jadi Pembawa Baki

LINGGAU POS ONLINE, AIR TEMAM – Penjabat Walikota Lubuklinggau H Riki Junaidi mengukuhkan siswi SMAN 6 Lubuklinggau, Selvanik Maharani menjadi pembawa baki dalam Upacara HUT Kemerdekaan RI, Rabu malam (15/8). Dengan begitu, siswi kelas XI IPS 1 ini akan bertugas bersama anggota Paskibra Kota Lubuklinggau di Stadiun Mini Bukit Sulap, Kelurahan Kayu Ara, Kecamatan Lubuklinggau Barat I, 17 Agustus 2018 mendatang.

Mendengar kabar ini, Kepala SMAN 6 Lubuklinggau Agustunizar didampingi Waka Sarana Prasarana Paryadi dan Waka Kesiswaan Budi Santoso mengaku sangat bangga.

“Tahun 2018 ini, ada enam anak kami yang terpilih menjadi anggota Paskibra Kota Lubuklinggau. Selain Selvanik Maharani ada juga Pandu Nanda Pratama, M Firman Darmansyah, Hera Safitri, Eti Eliza, dan Kartika Nurul Aini. Mereka mengharumkan nama sekolah. Kami minta mereka serius dalam menjalankan tugas besar ini,” jelas Agustunizar, saat dibincangi Linggau Pos, kemarin.

Agustunizar mengaku sangat bersyukur, karena tahun 2017 lalu, hanya dua siswanya yang lulus jadi anggota Paskibra Kota Lubuklinggau. Sementara ditahun 2018 jumlahnya bertambah jadi enam orang.

“Alhamdulillah ada peningkatan. Tahun depan lagi, kami berharap, bisa dipersiapkan lebih maksimal lagi. Kami yakin anak-anak kami punya potensi yang bagus-bagus,” terang dia.

Sementara Nurmayanti, kakak tingkat Selvanik Maharani menjelaskan, selama berlatih di ekstrakulikuler Paskibra SMAN 6 Lubuklinggau, Selvanik dikenal rajin, disiplin dan patuh.

“Dia orangnya patuh, cantik, dan disiplin,” kata Nurmayanti.

Hal sama disampaikan Bambang Hadi Purnomo rekan sekelas Selvanik Maharani. Bambang menyebut gadis yang memiliki tinggi badan 170 Centimeter (Cm) itu dikenal baik.

“Wajar dia jadi pembawa baki. Memang anaknya punya penampilan bagus, dan giat latihan. Kalau akademik, dia standar sama dengan teman-teman yang lain. Tapi anaknya dikenal rajin,” terang Bambang.

Di tengah adanya kabar bahagia itu, sekolah yang terakreditasi A sejak 26 Oktober 2016 itu juga menyelenggarakan agenda lomba untuk meningkatkan semangat kebersamaan siswa dan guru. Diantaranya, pembacaan teks proklamasi, pancing botol, ambil koin di pepaya yang dilumuri coklat, menyanyikan lagu wajib dan masih banyak lagi.

“Lomba ini diadakan 15-16 Agustus 2018. Siswa kami berjumlah 516 ikut semua. Termasuk 56 guru dan staf dilibatkan,” imbuh Agustunizar.

Didampingi Pembina OSIS Weliana dan Gunawan, Agustunizar juga berharap momen 17 Agustus 2018 jangan sekadar diperingati saja. Namun harus dimaknai secara luas, terutama untuk memupuk semangat nasionalis dan patriotik.(02)

Rekomendasi Berita