oleh

Siswa SMPN 11 Simulasikan UNBK

Masih Kekurangan Komputer

LINGGAU POS ONLINE, KARANG KETUAN – Sejak 6-14 November 2017 mendatang, pelajar kelas IX SMP Negeri 11 Lubuklinggau mengikuti simulasi Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Tahun ajaran 2017/2018 ini, ada 164 siswa yang akan mengikuti UNBK. Sekalipun tidak menyelenggarakannya (UNBK,red) namun, simulasi tetap dilakukan di sekolah.

“Sebenarnya komputer yang bisa dipakai hanya 16 unit. Jadi dalam satu hari satu kelas dibuat dua gelombang. Ini juga agak lama,” terang Kepala SMP Negeri 11 Lubuklinggau, Ridwan kepada Linggau Pos, Sabtu (11/11).

Simulasi UNBK itu diselenggarakan satu jam per mata pelajaran.

“Karena baru simulasi, jadi gelombang pertama masuk pukul 07.30 hingga 08.30 WIB. Untuk Bahasa Inggris sudah dilaksanakan Senin, 6-8 November 2017 kemarin. Sementara Matematika baru mulai diadakan Kamis hingga Selasa 14 November nanti,” jelas Ridwan lagi.

Ridwan mengakui, besar keinginannya untuk menyelenggarakan UNBK secara mandiri. Namun, komputer yang dimilikinya belum siap.

“Kalau soal, kami tidak ada kendala. Karena simulasi ini pun yang membuat soal dari Kemendikbud secara nasional,” jelas Ridwan lagi.

Saat ini kendala yang dihadapinya tinggal masalah komputer.

“Kalau jaringan internet, insyaAllah tidak ada masalah,” tuturnya.

Sebagai solusi agar tetap bisa menyelenggarakan UNBK, SMP Negeri 11 Lubuklinggau akan menggandeng SMK Yadika Lubuklinggau.

“Ya rencananya kerja sama dengan SMK Yadika. Ini akan kami sampaikan lebih cepat dengan Kepala SMK Yadika Lubuklinggau, CH Ibramsyah,” imbuhnya.

Saat dikonfirmasi, Kepala SMK Yadika Lubuklinggau CH Ibramsyah membenarkan bahwa sekolah yang dipimpinnya bakal jadi tempat penyelenggaraan UNBK siswa-siswi SMP Negeri 11 Lubuklinggau.

“Kami sudah siapkan 60 komputer dengan tiga server. Jadi untuk penyelenggaraan UNBK SMP, hanya SMP Negeri 11 Lubuklinggau yang bisa ke sini. Kalau SMA, nanti siswa – siswi SMA Yadika,” jelas CH Ibramsyah.

Dengan kuantitas 60 komputer itu, CH Ibramsyah optimis UNBK bisa diselenggarakan dengan maksimal.

“InsyaAllah aman. 60 Komputer ini untuk tiga sesi per hari,” jelasnya.
Ia juga menerangkan, tahun ajaran 2016/2017 lalu belum ada SMP yang UNBK menumpang di SMK Yadika.

“Tahun lalu baru SMA Yadika saja. Alhamdulillah tahun ini, kami bisa bantu SMP Negeri 11,” jelasnya.

Masih pada hari yang sama, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Lubuklinggau H Tamri melalui Kabid Dikdas Dr Virry Grinitha menjelaskan, tahun ini UNBK wajib dilaksanakan SMP baik negeri maupun swasta.

“Sekalipun belum tersedia komputer yang cukup di sekolah, SMP maupun MTs wajib UNBK. Alternatifnya, bisa numpang dulu ke SMA/SMK sederajat yang jumlah komputernya mencukupi. Atau ke kampus-kampus. Ini sudah kami sampaikan,” tutur Virry.

Ia juga membenarkan, saat ini sedang dilakukan proses simulasi UNBK di sejumlah SMP/MTs. Tujuannya untuk memantapkan kesiapan siswa dalam mengoperasikan komputer.

“Semakin sering simulasi, mereka semakin terbiasa untuk menggunakan komputer. Selain itu, ini juga melatih mereka memahami teknis runutan tahapan UNBK,” imbuh Virry.(05)

Komentar

Rekomendasi Berita