oleh

Siswa SMKN 2 Optimis Bisa Buka Lapangan Kerja

LUBUK AMAN – Saat ini, ada 1.282 siswa dari Kota Lubuklinggau, Kabupaten Rejang Lebong, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Kabupaten Musi Rawas (Mura) dan sekitarnya dididik di SMKN 2 Model Lubuklinggau. Dari jumlah itu, 730 orang aktif di Program Keahlian Akomodasi Perhotelan, 202 siswa di Program Keahlian Tata Boga dan 350 siswa menekuni Program Keahlian Tata Busana.

Kepala SMKN 2 Model Lubuklinggau, Eriani, M.Pd mengakui tak mudah untuk menghimpun dan menyemangati ribuan peserta didik ini. Namun ia bersyukur memiliki guru-guru yang solid dan profesional untuk membentuk karakter positif dan optimis bagi setiap siswa-siswi.

Salah satunya Ilham Sofyan Yusuf (kelas XII Tata Boga 2). Siswa yang pernah mengharumkan nama sekolah dengan meraih Juara 2 Lomba Kreasi Siswa Tata Boga Bidang Pastry Tingkat SMK se-Provinsi Sumsel itu merasakan atmosfer belajar yang penuh semangat di SMKN 2 Model Lubuklinggau.

“Kebetulan saya nggak punya keluarga yang menekuni bisnis boga. Namun, berkat dididik guru-guru SMKN 2, saya jadi punya banyak keahlian bidang memasak. Saya jadi makin optimis bisa mewujudkan mimpi saya buka usaha kuliner secara mandiri. Untuk mematangkan keahlian itu, saya mau lanjut kuliah dulu sambil kerja. Setelah itu, saya benar-benar ingin memiliki usaha kuliner sendiri,” jelas siswa yang berdomisili di Jl Majapahit, Kelurahan Majapahit, Kecamatan Lubuklinggau Timur I ini, Kamis (7/2).

Siswa yang aktif dalam Paskibra, LKS dan Pramuka itu berkeyakinan, menjadi koki adalah profesi terbaik untuk masa depannya.

“Saya ingin jadi profesional di bidang ini (kuliner,red),” tutur dia.

Hal senada disampaikan Steven Antoni Lim (kelas XII AP 5). Siswa pemilik tinggi badan 176 itu awal mula mendaftar di SMKN 2 ingin masuk Jurusan Tata Boga. Namun, karena postur tubuhnya mendukung, ia terpilih masuk Jurusan Akomodasi Perhotelan (AP).

“Menekuni jurusan AP, saya begitu bersemangat. Sebab, peluang kerja perhotelan itu luas. Skill yang saya dapat dari SMKN 2 Lubuklinggau sangat mendukung untuk menjadikan saya siap kerja. Bahkan, untuk mengoptimalkan skill itu, saya kuliah di Universitas Gadjah Mada (UGM) ambil Jurusan Marketing dan Komputerisasi. Dengan begitu, saya ingin sukses dibidang perhotelan,” tutur Steven.

Putra dari Marlina M dan Jimmy Lim itu berkeyakinan, peluang sukses alumni SMKN 2 Lubuklinggau terbuka lebar. Sebab dari sisi skill, selama sekolah diasah dengan maksimal. Karena didukung dengan fasilitas belajar dan praktik.

“Di SMKN 2 itu banyak praktiknya. Ditambah lagi ada Prakerin. Jadi memang siswa bisa lebih mumpuni kompetensinya,” jelas peraih Juara I LKBB Tingkat Kota Lubuklinggau ini.

Pun dengan Yuza Balbaraq (kelas XII Tata Busana 3). Siswi yang juga aktif dalam ekskul Latihan Kepemimpinan Siswa (LKS) ini ternyata justru telah berani membuka usaha sendiri.

“Dengan mesin jahit seadanya dulu. Saya sudah terima pesanan teman-teman, maupun keluarga. Kebanyakan minta dibuatkan kebaya. Saya berani buka usaha biar mandiri dan berani. Minimal, soal pulsa saya nggak minta orang tua lagi,” tutur Yuza.

Siswi yang bercita-cita kuliah di Yogyakarta itu berharap, bisa tetap menekuni bisnisnya sekalipun kuliah nanti.

“Saya benar-benar ingin menekuni bidang menjahit. Makanya saya sejak awal berani buka usaha. Kalau dilihat dari sisi keahlian, orang tua atau keluarga saya enggak ada yang jadi penjahit. Tapi saya serius belajar di SMKN 2. Alhamdulillah ternyata bisa menjahit juga,” jelas Yuza.

Selama belajar di SMKN 2 Lubuklinggau, Yuza mendapat banyak ilmu. Bahkan, ia kini masih menyeriusi belajar membuat blazet dan jas. Sebab untuk membuat dua jenis pakaian ini membutuhkan ketelatenan, sebab polanya lebih rumit.

“Saya yakin bisa jadi desainer ternama. Makanya saya tekuni bidang menjahit sejak SMK ini,” imbuh siswi yang pernah Prakerin di Cemerlang Tailor itu.

Mendengar semangat para peserta didiknya, Eriani berharap cita-cita yang ingin digapai siswa-siswinya bisa terwujud.

“Pesan saya, jaga nama baik almamater di manapun alumni berada,” pinta Eriani. (lik)

Rekomendasi Berita