oleh

Siswa SMA Xaverius Tandang ke Graha Pena Linggau

LINGGAU POS ONLINE, WATERVANG – SMA Xaverius Lubuklinggau kembali menyambangi Graha Pena Linggau (Kantor Penerbit Harian Pagi Linggau Pos), Senin (15/1). Tepatnya yang berada di Kelurahan Watervang, Kecamatan Lubuklinggau Timur I. Kunjungan mereka ini untuk menambah ilmu pengetahuan mereka mengenai dunia jurnalistik.

Kedatangan peserta didik ini, disambut Direktur PT Wahana Semesta Linggau, Solihin didampingi Pemimpin Redaksi Linggau Pos, Budi Santoso. Solihin memberi pemahaman kepada para siswa mengenai sejarah dan perkembangan dunia pers di Indonesia.

Mulai dari terbitnya majalah dan koran pertama dengan bahasa Belanda pada tahun 1744-1745. Hingga, terbitnya surat kabar pertama berbahasa Melayu pada tahun 1856, yang masih diterbitkan oleh orang Belanda.

“Selanjutnya, baru abad XX baru terbit surat kabar mingguan, yang diterbitkan oleh orang pribumi (Indonesia, red). Dan jumlah media cetak milik pribumi yang terbit sebelum kemerdekaan ada empat belas koran,”jelas Solihin, kemarin.

Bahkan, dengan jelas Solihin mengungkapkan kalau peran media selalu berubah, sesuai dengan keadaan. Media yang terbit sebelum kemerdekaan menyuarakan perjuangan, sementara media yang terbit setelah kemerdekaan mulai melakukan kontrol sosial terhadap pemerintah yang baru terbentuk, serta memberi semangat dalam mempertahankan kemerdekaan.

Selain memaparkan mengenai sejarah berdirinya perusahaan pers, guna memberi pengetahuan kepada siswa Xaverius, Solihin juga menjelaskan, mengenai apa yang disebut pers, jurnalistik hingga wartawan.

Martin, yang merupakan salah satu siswa SMA Xaverius yang ikut berkunjung ke Graha Pena Linggau Pos, mengatakan kalau saat ini dirinya sudah mengerti mengenai definisi dari pers, jurnalistik hingga wartawan.

“Sebelumnya kami beranggapan kalau orang yang mencari berita disebut wartawan. Dan ternyata, wartawan merupakan orang yang kreatif, tidak seperti yang berkembang selama ini di masyarakat, dan profesi ini sangat mulai karena membantu masyarakat untuk mendapatkan informasi,”katanya.

Bahkan, diakuinya ia bisa mengetahui perkembangan media cetak di Kota Lubuklinggau, khususnya sejarah berdirinya Harian Pagi Linggau Pos.

Ditambahkan Guru Sejarah SMA Xaverius, Anista Sihotang mengatakan memang tujuan mereka menyambangi Graha Pena Linggau Pos untuk menambah wawasan dari para siswa mengenai dunia jurnalistik. Dan tidak mudah terpengaruh informasi-informasi yang diperoleh melalui Media Sosial (Medsos), sebab informasi di Medsos kerap menyesatkan atau informasi yang belum diketahui kebenarannya.

“Semoga kedepan, para siswa dapat memilah-milah, mana informasi yang benar dan bisa dipertanggungjawabkan dan mana yang tidak. Termasuk sejarah berdirinya perusahaan pers di Indonesia, hingga Kota Lubuklinggau,”harapnya. (11)

Komentar

Rekomendasi Berita