oleh

Siswa Kedapatan Mabuk Komik

LINGGAU POS ONLINE, KARYA BAKTI – Komik yang masuk kategori Dextromethorphan (DMP) kini kerapkali disalahgunakan. Lantaran mudah dibeli secara bebas tanpa resep di apotek atau toko obat, membuat pelajar pun mulai coba-coba ‘fly’ dengan cara meminum banyak obat ini.

Seorang siswa yang mengaku pernah mencobanya, DB (16) mengombinasikan komik dengan minuman suplemen.

“Kalau satu saja tidak terasa. Biasanya tiga sampai lima sekali minum,” kata BD.

Sebenarnya, bila dikonsumsi dalam dosis yang sesuai, pil DMP bermanfaat untuk menekan batuk dan penurun demam. Cara kerja obat ini, adalah dengan menaikan ambang batas rangsang batuk di bagian otak, bukan bekerja pada saluran pernapasan seperti beberapa jenis obat lainnya.

Namun, efek overdosis dextromethorphan, dengan kadar konsumsi 200-400 Mg akan menyebabkan euforia dan halusinasi. Konsumsi 300-600mg, akan ditambah dengan gangguan penglihatan dan hilangnya koordinasi gerak tubuh. Sedangkan mengonsumsi 500-1500mg, akan muncul perasaan bahwa jiwa dan raga seolah-olah terpisah.

Investigasi sempat dilakukan Tim Linggau Pos ke salah satu SMPN, Sabtu (20/1) pukul 09.00 WIB.

Seorang guru Amin (46) saat dibincangi, mengatakan ia pernah mendapati siswanya mabuk akibat konsumsi obat batuk Komix.

“Awalnya kami razia dulu. Ternyata guru-guru di sini pernah menemukan Komix di dalam tas siswa. Bahkan ada yang mabuk juga, kalau ada yang mabuk seperti itu kami langsung membawanya ke puskesmas terdekat,”ungkapnya, Sabtu pagi.

Ia mengaku, sekalipun mabuk, efek komik yang dikonsumsi siswanya belum begitu parah.

“Menurut pengakuan si anak, dia hanya sebatas pusing dan tidak sadar saja. Ada sekitar dua siswa saat itu. Oleh karena itu, setiap minggu kami rutin razia. Guna mencegah anak-anak terlibat perbuatan yang tidak kita inginkan,” terangnya.

Amin menyarankan, penjualan obat batuk cair perlu menjadi perhatian bagi aparat keamanan dan instansi terkait. Sebab obat tersebut banyak disalahgunakan pemanfaatannya oleh kalangan remaja.

“Obat yang seharusnya untuk meredakan batuk, dikonsumsi berlebih dan diduga bisa membuat orang yang mengonsumsinya mabuk,”ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Cabang Lubuklinggau, Rahmadi sangat menyayangkan masih ada pelajar yang mengonsumsi Komix untuk tujuan yang negatif.

“Sangat disayangkan tentunya kalau penggunaan Komix yang seharusnya dijadikan obat batuk, malah disalahgunakan untuk hal lain yang membahayakan,”kata Rahmadi, Minggu (21/1).

Menurut Rahmadi pihaknya, saat ini sedang gencar memberikan sosialisasi, untuk mencegah penggunaan obat-obatan yang ilegal.

“Kita ada program Goes to School, program ini sudah dilaksanakan tahun kemarin untuk tingkat SMP. Nah 2018 ini, akan kita lakukan untuk ditingkat SMA,”ucapnya.

Dimana, dalam program tersebut, pihaknya memberikan sosialisasi tentang penggunaan obat-obatan yang benar, kemudian mencegah adanya peredaran obat yang ilegal.

“Kalau memang ada obat yang ilegal, kemudian menggunakan obat yang tidak sesuai dengan indikasi. Jelas berbahaya sekali, makanya kita berikan sosialisasi ini kepada pelajar. Insya Allah, semua sekolah kita lakukan sosialisasi,”tuturnya.

Rahmadi meminta kepada masyarakat, agar tidak menyalahgunakan obat untuk mendapatkan hal-hal yang negatif. Karena, itu sangat berbahaya jika dilakukan secara terus menerus. (20/12)

Komentar

Rekomendasi Berita