oleh

Sisi Kognitif Cerita Rakyat Melatih Kecerdasan Anak

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Musi Rawas baru saja selesai menyelenggarakan lomba Bertutur Cerita Rakyat. Lomba ini dilaksanakan untuk menggiatkan anak-anak penerus generasi bangsa agar mengetahui budaya-budaya yang ada di Indonesia.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Musi Rawas, Supriadi mengatakan membaca adalah kebiasaan yang wajib ditanamkan kepada anak. Bahan-bahan bacaan yang diberikan tentu harus berkualitas dan memiliki unsur manfaat. Salah satunya dengan membaca buku cerita rakyat. Buku cerita rakyat sangat cocok menjadi bahan bacaan anak karena sifatnya yang ringan dan mudah dipahami.

“Karena di dalam buku cerita rakyat mengandung norma-norma yang dapat memengaruhi perkembangan moral anak. Saya mengamati betul kalau sekarang anak-anak lebih suka menonton televisi, bermain game ataupun berselancar di dunia maya. Karena memang kemajuan zaman memiliki risiko juga bagi anak-anak kita. Maka dari itu, kita laksanakan lomba ini, agar anak-anak memahami budaya-budaya yang ada,” tuturnya.

Apalagi memang, dalam pelaksanaan lomba, dipilih cerita-cerita rakyat dari Musi Rawas. Sekarangkan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata sudah menciptakan buku khusus yang berisi tentang sejarah dan cerita rakyat zaman dulu, dari buku tersebut diangkat untuk dilombakan yang diikuti oleh pelajar SD dan MI.

Apalagi memang di dalam alur cerita rakyat banyak mengisahkan tentang kesedihan, kemarahan, atau kegembiraan, pada saat itulah emosi anak terlatih untuk lebih merasakan apa yang dialami oleh tokoh di dalam cerita.

“Dari segi kognitif, buku cerita rakyat dapat melatih daya tangkap seorang anak untuk memahami dan menganalisis jalan ceritanya serta menyerap segala nilai kebaikan di dalamnya. Selain itu, cerita rakyat cenderung memberikan pelajaran nilai spiritual. Manfaat-manfaat tersebut akan mengantarkan anak Anda menjadi pribadi yang baik dan berbudi pekerti luhur,” tutupnya. (12)

Komentar

Rekomendasi Berita