oleh

Sisca Sarangheo Bruuut Jalani Sidang Perdana, Namun Bukan yang Pertama

LINGGAUPOS.CO.ID – Sidang perdana perkara pembunuhan Muhammad Effendi alias Ipung (60) di Pengadilan Negeri Kelas II A Lubuklinggau, Senin (13/1/2020), bukan kali pertama dijalani terdakwa Apriyanto alias Wahab alias Sisca (39).

Pasalnya Sisca juga sempat menjalani sidang kasus serupa di PN Lubuklinggau pada 2006 lalu. Informasi tersebut dibenarkan Tim Kuasa Hukum terdakwa, Ayub Zakaria SH MH saat dikonfirmasi usai sidang yang diisi dengan agenda pembacaan dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).

“Memang benar (Sisca pernah disidang pada 2006) dan kasusnya serupa. Tapi masalah yang lalu itu sudah clear (selesai, red). Saat ini kami hanya fokus ke persidangan selanjutnya yang direncanakan berlangsung pada Kamis (16/1/2020) mendatang dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi,” terang Ayub Zakaria.

Dalam sidang perdana yang dipimpin oleh Hakim Ketua Imam Santoso dan dua Hakim Anggota Ferdinaldo dan Tatap Situngkir, serta diajukan oleh JPU Nanda Hardika kali ini, ekspresi terdakwa Sisca tampak tegang sejak awal dimulainya sidang. Ketegangan terdakwa Sisca semakin nampak ketika JPU membacakan dakwaan terhadap dirinya.

Selain itu, di ruang sidang tak tampak satupun pihak keluarga korban ataupun terdakwa yang menghadiri. Terdakwa Sisca hanya didampingi dua orang kuasa hukumnya yakni Ayub Zakaria dan Edwar Anthoni. Dengan mengenakan rompi tahanan PN Lubuklinggau dan peci, Sisca hanya duduk di kursi pesakitan, sembari tertunduk tegang dihadapan Majelis Hakim.

Mengenai hasil sidang, Ayub Zakaria mengatakan bahwa pihaknya tidak menyampaikan eksepsi dan menerima semua dakwaan yang dibacakan JPU di persidangan.

“Pasal yang didakwakan pasal 340 dan pasal 338 juncto pasal 55 ayat 1 KUHP tentang pembunuhan. Kami tidak ajukan eksepsi dan menerima semua dakwaan yang diajukan JPU,” jelas Ayub.

Sementara itu, JPU Nanda Hardika menjelaskan pasal 340 juncto Pasal 55 ayat 1 KUHP yang didakwakan tersebut tentang tindak pidana pembunuhan berencana yang dilakukan secara bersama-sama (tidak tunggal, red). Kemudian pasal 338 juncto pasal 55 ayat 1 KUHP tentang tindak pembunuhan biasa (tanpa rencana, red).

“Hasilnya pihak terdakwa menerima dakwaan dan tidak mengajukan keberatan. Agenda selanjutnya untuk pembuktian keterangan terdakwa dengan memanggil para saksi yang berjumlah 11 orang,” terang Nanda (sapaan akrab Nanda Hardika, red).

Nanda menerangkan, agenda pemanggilan para saksi tersebut, rencananya akan dilakukan selama tiga kali persidangan. “Kamis (16/1/2020) nanti, rencananya ada empat orang saksi yang dihadirkan. Kemudian Senin (20/1/2020) juga empat orang saksi dan Kamis (23/1/2020) tiga orang saksi,” terangnya.

Terpisah, Kapolres Lubuklinggau AKBP Dwi Hartono menjelaskan, dua rekan Sisca yang diduga terlibat dalam aksi pembunuhan Muhammad Effendi alias Ipung, masih terus dilakukan pengejaran.

“Dugaan kami, dua tersangka lain kabur keluar Kota Lubuklinggau. Sampai saat ini, kasus tersebut tetap jadi atensi kami. Kami harap kedua tersangka lain segera menyerahkan diri. Kalau sampai kami yang tangkap, bukan tidak mungkin akan ada tindakan tegas,” tegas Kapolres.

Seperti diketahui, terdakwa Sisca terlibat melakukan tindak pembunuhan terhadap pemilik Salon Ipung bernama Muhammad Effendi alias Ipung pada Jumat 23 September 2019 lalu di Salon milik korban yang berlokasi di Kelurahan Taba Jemekeh, Kecamatan Lubuklinggau Timur II.(*)

Sumber: Musirawas Ekspres

Rekomendasi Berita