oleh

Sirnah Sudah Kesempatan OSO Nyaleg

JAKARTA – Direktur Eksekutif Emrus Corner, Emrus Sihombing menyarankan kepada Ketua Umum Partai Hanura yang juga sebagai Ketua DPD RI, Oesman Sapta Odang atau yang akrab disapa OSO dapat lebih fokus dalam menuntaskan kasusnya.

Akademisi asal Universitas Pelita Harapan menilai, OSO tidaklah fokus dan sangat melebar ke permasalahan lain. Ia mencontohkan, langkah kuasa hukumnya yang mengancam melaporkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) ke lembaga antirasuah Indonesia Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang dianggap sudah keluar dari konteks permasalahan awal.

“Ini tentu tidak akan ada titik temu. Jika keduanya bisa berkomunikasi intens, mungkin beda cerita. Tapi semuanya sudah terlambat dan sirnah,” Kata Emrus kepada Fajar Indonesia Network di Jakarta, Kamis (24/1).

Lebih lanjut, Emrus mengatakan, jika kedua pihak memiliki perspektif yang berbeda, tetapi sama-sama memiliki kekuatan hukum. Emrus menyarankan harus ada penengah dalam masalah ini. Silakan saja lapor lagi ke pengadilan yang lebih tinggi, kalau memang OSO tidak puas. Biar nantinya ketahuan, siapa yang akan dipermalukan, terangnya.

Sebelumnya, Komisi Pemilihan Umum menyampaikan bahwa pihaknya telah resmi mencetak surat suara untuk Dewan Perwakilan Daerah (DPD) wilayah Kalimantan Barat. Dimana di dalamnya Nama Ketua Umum Partai Hati Nurani Rakyat, Oesman Sapta Odang juga dipastikan tidak tercantum.

Komisioner KPU Ilham Saputra mengatakan, pihaknya sudah memberikan master untuk dicetak sebagai kertas suara pemilihan DPD wilayah Kalimantan Barat. Dirinya juga mengatakan, tidak ada nama OSO dalam suarat suara tersebut.

“Surat suara DPD Dapil Kalbar sekarang sudah kita tetapkan, kita langsung cetak. Sudah di setujui oleh KPU. Dan mulai akan dicetak. Sudah tidak ada lagi kesempatan untuk OSO maju sebagai caleg DPD. Karena sampai batas yang diberikan KPU, OSO tetap tidak menyerahkan surat pengunduran diri dari kepengurusan partai,” ujar Ilham di Jakarta.

Lebih lanjut Ilham mengatakan, pihaknya juga siap menghadapi konsekeuensi ke depannya. Bukan tanpa alasan. OSO melalui kuasa hukumnya mengancam akan melaporkan KPU ke lembaga anti rasuah.

Menurut Ilham, keputusan KPU sudah final. Pihaknya telah memberikan waktu kepada OSO. “KPU dipastikan tidak akan merugikan negara karena mencetak kertas suara dua kali. Sebab, nama OSO dipastikan tidak akan masuk,” tegasnya.

Kuasa Hukum OSO Herman Abdul Kadir mengatakan, jika surat suara dicetak lebih dari satu kali, pihaknya tidak segan-segan melaporkan KPU ke KPK karena melaksanakan cetak suara tanpa ada prosedur hukum yang benar. Hal itu disampaikannya karena pihaknya mengaku optimis bahwa kliennya seharusnya masuk dalam daftar nama di surat suara (khf/fin)

Rekomendasi Berita