oleh

Simpan Senpira, Melawan Hukum

LINGGAU POS ONLINE, DEMPO – Maraknya Senjata Api Rakitan (Senpira) di wilayah Lubuklinggau, Musi Rawas dan Musi Rawas Utara saat ini masih terjadi. Terbukti dari penyerahan Senpira dari warga melalui Polsek-Polsek di wilayah Polres Lubuklinggau dan Polres Musi Rawas.

Kapolres Lubuklinggau, AKBP Hajat Mabrur Bujangga melalui Kasat Reskrim, AKP Ali Rojikin mengatakan bahwa memang masih ada warga yang menyimpan Senjata Api Rakitan (Senpira) di wilayah Lubuklinggau.

“Terbukti dari hasil penyerahan Senpira dari warga. Di Setiap polsek yang ada di wilayah hukum Polres Lubuklinggau,” kata Ali Rojikin.

AKP Ali Rojikin menjelaskan, selama menjalankan Operasi Sapu Jagat Musi 2017 sebanyak enam Senpira dari dua polsek yakni Polsek Lubuklinggau Selatan dan Polsek Lubuklinggau Barat.

Polsek Lubuklinggau Selatan satu Senpira jenis laras panjang (Kecepek) sedangkan dari Polsek Lubuklinggau Barat sebanyak lima Senpira diantaranya tiga Senpira laras panjang jenis kecepek sedangkan Senpira jenis pistol sebanyak dua pucuk.

“Itu semua hasil dari sosialisasi dan memang murni dari masyarakat yang menyerahkan Senpira tanpa adanya paksaan. Maka dari itu, tidak akan diproses secara hukum, kecuali kedapatan menyimpan Senpira maka akan diproses secara hukum,” jelas Ali Rojikin.

Ia mengimbau kepada warga di wilayah hukum Polres Lubuklinggau untuk segera menyerahkan Senpira apabila masih menyimpan Senpira karena tidak ada untungnya.

“Malah akan terlibat dengan proses hukum,” tegasnya.

Secara terpisah Kapolres Musi Rawas, AKBP Pambudi didampingi Wakapolres Kompol Benny Prasetyo mengatakan, selama pelaksanaan Operasi Sapu Jagat Musi 2017 pihaknya telah mengamankan Senpira sebanyak 38 pucuk Senpira.

“Dengan rentetan 34 pucuk Senpira laras panjang, 6 pucuk Senpira laras pendek hasil serahan masyarakat. 4 pucuk Senpira dari tersangka pemilik Senpira bersama satu amunisi revolver kaliber 5,56 Milimeter,” kata Pambudi didampingi Wakapolres Kompol Benny Prasetyo.

Kapolres menjelaskan, jajaran Polres Musi Rawas beserta jajaran Polsek tetap mengimbau masyarakat agar menyerahkan Senpira secara sukarela. Apalagi jika Senpira digunakan untuk aksi kejahatan.

“Tentu saja kami akan tindakan tegas diambil aparat Polres Musi Rawas bahkan pelakunya akan diproses secara hukum,” singkatnya.

 

Menganalisa hal itu, Kriminalog dari Universitas Muhammadiyah Palembang (UMP) Dr Sri Sulastri mengatakan mengenai warga yang menyerahkan Senpi ke pihak kepolisian itu, karena emang lagi ada razia dari kepolisian. Bagi yang menyerahkan langsung ke Kapolisian, tidak di hukum atau dipenjarakan.

“Mereka berpikir daripada permasalahan dengan hukum gara-gara Senpi lebih baik menyerahkan,”tuturnya

Dan sosialisasi itu, sarannya harus terus dilakukan Pihak Kepolisian.

“Karena banyak kasus kriminal yang pelakunya bersenjata Senpira. Ini harus jadi perhatian,” jelasnya.

Sesuai dengan Keputusan Kapolri Nomor Polisi : Skep/82/II/2004, syarat urus izin senpi untuk bela diri, pertama sertifikat menembak dari institusi pelatihan menembak yang mendapat izin Polri, kedua memiliki SKCK, lalu lulus screening dari kadit IPP dan Subdit Pamwassendak, usia 21-65 tahun, lulus tes kesehatan, dan lulus tes psikologi Mabes Polri. (16)

Komentar

Rekomendasi Berita