oleh

Simpan Sabu di Kamar Kos, Vonis 9 Tahun Penjara

LINGGAUPOS.CO.ID – Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Lubuklinggau memvonis Terdakwa Rudi Hartono (40) dengan hukuman sembilan tahun penjara, denda Rp 800 juta, dengan subsider tiga bulan penjara, Kamis (15/4) pukul 10.00 WIB.

Vonis itu dibacakan Ketua Majelis Hakim Imam Santoso dengan Hakim Anggota Yulia Marhaena dan Amir Rizki Apriadi dan Panitera Pengganti (PP) Wahyu Agus Susanto. Sementara  terdakwa didampingi Penasehat Hukum dari Pos bantuan Hukum (Posbakum) PN Lubuklinggau.

Vonis terhadap Terdakwa Rudi Hartono jauh lebih rendah dari pada tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Lubuklinggau Supriansyah dengan hukuman 13  tahun penjara, denda Rp 1 Miliar, dan subsider tiga bulan penjara.

Terdakwa yang merupakan warga Dusun II, Desa Lubuk Tua, Kecamatan Muara Kelingi, Kabupaten Musi Rawas (Mura) disidangkan karena jadi kurir sabu dengan barang bukti netto 180,61 gram dan enam butir ekstasi netto 1,635 gram.

Majelis Hakim Imam Santoso dalam persidangan membacakan,  berdasarkan fakta-fakta persidangan dari terdakwa dan saksi sebelumnya secara sah dan meyakinkan terdakwa melanggar Pasal 114 ayat (2) Jo II2 ayat (2)  UU  Republik Indonesia (RI) No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Maka terdakwa divonis hukuman sembilan tahun penjara, denda Rp 800 juta, dengan subsider tiga bulan penjara.

Hakim Imam Santoso menegaskan hal yang memberatkan, karena perbuatan terdakwa merusak generasi bangsa, dan tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantas narkotika. Sedangkan yang meringankan, terdakwa berterus terang dan sopan dalam persidangan.

Baik terdakwa maupun JPU menerima vonis tersebut.

Ketua Majelis Hakim langsung menutup sidang dengan mengetuk meja tiga kali.

Peristiwa yang membuat terdakwa disidang, karena Kamis 3 Desember 2020 sekira pukul 09.00 WIB Anggota Sat Narkoba Polres Lubuklinggau mendapatkan informasi dari masyarakat kalau di kos Terdakwa  Rudi Hartono,  Jalan Teladan, RT 01, No 13, Kelurahan Bandung Kiri, Kecamatan Lubuklinggau Barat 1 kerap jadi tempat  jual beli narkotika jenis sabu.

Menindak lanjuti informasi tersebut, sekira pukul 12.00 WIB Anggota Sat Narkoba Polres Lubuklinggau menuju rumah terdakwa. Sesampai di lokasi, Polisi  melihat Terdakwa Miko (DPO) tergesa-gesa dan melarikan diri saat melihat kedatangan Polisi. Polisi langsung  masuk ke  rumah terdakwa dan melakukan penggeledaan.

Polisi menemukan  dua klip besar sabu  netto 99,15 gram, sebuah klip plastik berisikan enam butir ekstasi  netto 1,635 gram, lima bal plastik klip kosong, satu buah timbangan digital warna hutam, satu buah tas warna merah. Semua barang bukti tersebut ditemukan  Polisi di dalam lemari plastik  kamar terdakwa. (*)

Sumber: Harian Pagi Linggau Pos

Rekomendasi Berita