oleh

Simpan 2 Kg Sabu dan 720 Butir Ineks, Bapak dan Anak Dihukum 17 Tahun Penjara

LINGGAUPOS.CO.ID – Majelis hakim PN Palembang memvonis dua terdakwa yang merupakan ayah dan anak bernama, Sapudin dan Asmara warga Muara Enim yang terjerat kasus kepemilikan 2 Kg sabu serta 720 butir ekstasi (ineks) lebih tinggi dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Sumsel.

Dalam vonisnya Majelis hakim PN Palembang diketuai Syahri Adamy SH MH, Selasa (9/3/2021) menjatuhkan pidana penjara kepada kedua terdakwa sebagaimana perbuatannya terbukti menjadi perantara melanggar pasal 114 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) UU Republik Indonesia Nomor : 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

“Mengadili dan menjatuhkan pidana penjara terhadap masing-masing terdakwa selama 17 tahun, pidana denda Rp1 miliar dengan subsider 6 bulan kurungan,” tegas Syahri.

Vonis yang dijatuhkan tersebut lebih tinggi satu tahun dari tuntutan JPU Kejati Sumsel Rini Purnamawati SH MH yang menuntut agar terdakwa dituntut pidana penjara selama 17 tahun

Hal-hal yang menjadi pemberat menurut majelis hakim yakni para terdakwa selain tidak mendukung program pemerintah dalam hal pemberantasan narkotika juga para terdakwa melakukan pemufakatan, menyimpan, mengedarkan narkotika.

“Hal yang meringankan khusus untuk terdakwa Sapudin, dikarenakan terdakwa sudah lanjut usia,” ujar Syahri.

Setelah mendengarkan putusan terdakwa yang dihadirkan secara virtual melalui penasihat hukumnya Supendi SH MH menyatakan pikir-pikir dan diberikan waktu tujuh hari untuk menentukan sikap terima atau banding.

Ditemui usai sidang, Supendi SH MH selaku penasihat hukum terdakwa mengatakan masih akan berkoordinasi dengan kedua terdakwa terlebih dahulu untuk mengupayakan banding terhadap putusan itu.

“Kami selaku penasihat hukum terdakwa akan mengupayakan banding, namun masih harus berkoordinasi dahulu dengan klien kami,” singkatnya.

Kronologi penangkapan pun bermula dari petugas BNN mendapat laporan dari masyarakat bahwa kedua terdakwa menyimpan sabu di rumah terdakwa Sapudin.

Mendengar hal tersebut, pihak BNN pun mendatangi rumah Sapuddin di Desa Berugo Kab Muara Enim dan melakukan penggeledahan.

Saat melakukan penggeledahan ditemukan barang bukti berupa dua bungkus plastik Teh Cina yang berisikan narkotika jenis sabu dengan berat 1,994 gram dan 243 ekstasi.

Namun saat dilakukan penangkapan Sapuddin mengaku bahwa anaknya Asmara sedang mengantarkan sabu ke Palembang.

Dari perkembangan Sapuddin, pihak BNN Palembang pun langsung melakukan penangkapan kepada terdamwa Asmara di Jalan Ki Marogan Kertapati.

Dari pengakuan terdakwa Asmara hanya diminta untuk dititipkan barang narkotika oleh Nawar (DPO) dengan upah Rp 1 juta yang akan diberikan oleh Rio ( DPO).(*)

Sumber: sumeks.co

Rekomendasi Berita