oleh

Silampari Night Carnival Menarik Perhatian Wisatawan

LINGGAU POS ONLINE- Sebanyak 34 tim dari SMP, SMA, komunitas dan sanggar memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-18 Kota Lubuklinggau dengan tampil pada Silampari Night Carnival (SNC), Jumat (18/10). Mengenakan kostum aneka desain dengan bentuk yang menarik mereka berjalan dari Mapolres Lubuklinggau berjalan menuju Masjid Agung As-Salam.

Ribuan warga Kota Lubuklinggau dan sekitarnya tertarik menyaksikan keelokan para penampil tadi malam.

Adiwena selaku Kabid Promosi dan Pemasaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Lubuklinggau yang juga penanggung jawab SNC mengatakan, tahun ini SNC mengusung tema Kerajaan Linggau.

“Memang tahun ini berbeda dari tahun sebelumnya. Biasanya diadakan sore, tapi kali ini SNC diadakan malam hari. Memang ini pertama kalinya dan rencananya akan terus digelar setiap tahun,” ungkap Adiwena, Jumat (18/10).

Ada delapan tim dari luar Kota Lubuklinggau yang juga tampil pada SNC tersebut. Diantaranya tim kesenian Kabupaten Rejang Lebong dan Musi Banyuasin. Dan Wali Kota Lubuklinggau, H SN Prana Putra Sohe yang akan menentukan siapa tiga penampilan terbaik nanti.

Diharapkan, dengan SNC bisa mendukung visi dan misi Pemerintah Kota Lubuklinggau dalam program Ayo Ngelong ke Lubuklinggau pada 22-2-22.

“Kita berharapnya dengan event seperti ini bisa mendatangkan para wisatawan baik luar maupun nasional dan juga dapat menjadi ajang menarik di tingkat nasional maupun internasional,” harapnya.

Salah satu peserta yang cukup menarik perhatian yakni Tim Kesenian Kabupaten Musi Banyuasin, dengan kostum hijau-hijau dan pernak pernik buayanya tim ini menampilkan legenda Mamang Segawa yang berasal dari Desa Bumi Ayu, Kecamatan Lawang Wetan, Kabupaten Musi Banyuasin.

“Jadi ini konsepnya terinspirasi dari cerita namanya Mamang Segawa, seorang siluman buaya yang suka bikin onar di daerah sana. Ada pahlawan namanya Puyang Penjage yang memiliki seorang putri cantik. Nah si siluman ini mau merebut putrinya tersebut. Tapi akhirnya dibunuh dan dipenggal kepalanya ditaruh di batang Ngas,” jelas Wandi Jeger yang merupakan Pelatih Teater Sanggar Putri Sak Ayu Musi Banyuasin.

Pada SNC ini, baru pertama kalinya mereka mengikuti karnaval. Mereka berharap, dengan tampil di SNC jadi ajang promosi kesenian Muba agar lebih dikenal oleh masyarakat luas.

Bahkan, ada 32 personel Tim Kesenian Muba yang akan tampil pada seni teater, Minggu (20/10) di TOS. Ia juga berharap dengan penampilan yang telah dipersiapkan dapat memboyong predikat terbaik nantinya.

Laporan Herwinda

Rekomendasi Berita