oleh

Siapkan Sirkuit Motocross di Areal Perkantoran Pemkab

MURATARA – Bupati Musi Rawas Utara (Muratara), HM Syarif Hidayat mendengarkan langsung paparan dari PT Lembaga Afiliasi Penelitian Indonesia Institut Teknologi Bandung (LAPI ITB) tentang Detail Engineering Design (DED) kawasan perkantoran Pemkab Muratara.

Paparan dilaksanakan di rumah jabatan Bupati Muratara di Desa Terusan, Sabtu (27/7). Turut hadir Sekda Muratara, Alwi Roham, Asisten I, II dan III, kepala OPD dan Camat dalam lingkungan Pemkab Muratara.

Bupati Muratara, M Syarif Hidayat menyampaikan, pembangunan kawasan perkantoran itu dilaksanakan secara bertahap dan ditargetkan mulai dikerjakan pada 2020.

“Lahannya sudah siap, sekarang dalam tahapan perencanaan desain bangunan dan tata letaknya. Mudah-mudahan tahun 2020 mulai dikerjakan,” kata Bupati Syarif Hidayat, Minggu (28/7).

Pihaknya sengaja mengundang konsultan perencanaan bangunan PT LAPI ITB untuk mempresentasikan desain kawasan perkantoran Pemkab Muratara.

Setelah pihak PT LAPI ITB memaparkan rencana desain awal perkantoran, Bupati Syarif meyakini kawasan perkantoran Pemkab Muratara nantinya akan cantik, indah dan menawan.

Bupati juga mengusulkan kepada pihak PT LAPI ITB supaya ditambahkan lokasi tempat bermain dan sirkuit motocross di kawasan perkantoran Pemkab Muratara tersebut.

“Anak-anak kami ini sering balapan liar di jalan raya. Kalau mereka trek-trekan di tempat umum itukan bahaya. Saya kepingin ada lokasi motocross. Jadi untuk anak-anak yang hobi balapan bisa menyalurkan bakat mereka di situ,” katanya.

Sementara perwakilan dari PT LAPI ITB, Firmansyah mengatakan, semua usulan dari Bupati Muratara beserta jajarannya akan ditampung untuk kesempurnaan pembangunan kawasan perkantoran Pemkab Muratara.

“Banyak juga usulan dari beberapa dinas, semuanya kami tampung. Nanti kami akan memaparkan kembali untuk disepakati bersama, agar tidak terjadi kesalahan di kemudian hari,” katanya.

Ia menggambarkan, kawasan perkantoran Pemkab Muratara nantinya akan dibangun dengan desain modernisasi, namun tetap menunjukkan karakter atau khas budaya lokal.

“Nanti juga ada ukiran-ukiran khas dari akar budaya lokal di sini. Kami mencoba membuat suasana yang mudah di ingat ketika orang berkunjung ke Muratara. Artinya walaupun modern, tapi tetap bernuansa kebudayaan lokal,” terangnya. (fji)

Rekomendasi Berita