oleh

Setop Ujaran Kebencian-SARA

Kapolres Lubuklinggau, AKBP Sunandar
“Masyarakat harus cerdas menyikapi hajatan Pemilu, gunakan rasionalitas dalam memilih dan tidak terbawa isu – isu yang tidak jelas sumbernya, seperti hoaks dan ujaran kebencian…”

Kapolres Mura, AKBP Bayu Dewantoro
“Saya minta para Caleg yang akan berlaga di tahun serupa, untuk tidak menjelek-jelekkan antar caleg. Baik dengan menyebar fitnah, atau menyebar info hoaks yang mendiskreditkan lawan politiknya…”

LINGGAU POS ONLINE, LUBUKLINGGAU – TNI dan Polri siap mengerahkan dua pertiga kekuatan yang ada untuk mengamankan tahapan penyelenggaraan Pemilu 2019. Hal itu dijelaskan Kapolres Lubuklinggau, AKBP Sunandar menjelang video conference dari Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto, Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto di Aula Polres Lubuklinggau, Senin(24/9).

“Pemilu 2019 nanti, memang tantangannya sedikit berbeda, karena ada lima kegiatan yang digabung menjadi satu, yakni, pemilihan presiden dan wakil presiden, pemilihan DPR RI, DPR Provinsi dan DPR Kota/Kabupaten serta pemilihan DPD RI,” jelas Kapolres.

Meski begitu, di hadapan Dandim 0406/MLM, Letkol (Kav) Dodi Syamsurizal, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Hj Zairida SH MH, Kepala Detasemen B Brimob Petanang AKBP Eko Yudi, Ketua KPU Lukman Hakim dan Ketua Bawaslu Mursyidi, serta beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, Kapolres mengharapkan kerjasama seluruh penyelenggara.

“Ini sudah masuk dalam tahapan kampanye, jadi diharapkan kepada seluruh penyelenggara bisa bekerja sama dan saling berkoordinasi. Karena hajatan Pemilu ini merupakan hajatan menyangkut harkat dan martabat bangsa yang menjadi negara demokrasi,” terang dia.

Ia menegaskan, bahwa pelaksanaan Pemilu 2019 tanggung jawab bersama, untuk meningkatkan peran dan tugas, untuk menunjukkan kepada dunia, bahwa Indonesia semakin lama semakin baik dalam penyelenggaraan Pemilu.

”Saya mengimbau kepada seluruh masyarakat khususnya warga Kota Lubuklinggau harus cerdas menyikapi hajatan Pemilu, gunakan rasionalitas dalam memilih dan tidak terbawa isu-isu yang tidak jelas sumbernya, seperti hoaks dan ujaran kebencian,” tegasnya.

Kapolres juga mengimbau kepada masyarakat yang ikut berkontensasi dalam Pemilu 2019 agar meningkatkan kepatuhannya terhadap aturan, baik aturan secara tertulis maupun aturan moralnya.

Senada dengan itu, Kapolres Musi Rawas (Mura) AKBP Bayu Dewantoro mengatakan video conference dilakukan di Gedung Pesat Gatra Mapolres Mura pengamanan Pemilu presiden dan legislatif tanggung jawab Polri, TNI dan lainnya.

“Saya minta para Calon Legislatif (Caleg) yang akan berlaga pada tahun serupa, untuk tidak menjelek-jelekkan antar Caleg. Baik dengan menyebar fitnah, atau menyebar hoaks yang mendiskreditkan lawan politiknya,” jelas Bayu.

Karena, kata dia, pada momen ini para Caleg bersama penyelenggara Pemilu bersama Polres melakukan deklarasi kampanye Pileg dan Pilpres aman, damai, dan sejuk.

“Setop ujaran kebencian, setop isu Suku, Agama dan Ras (SARA) dan sukseskan Pemilu 2019 yang aman damai dan sejuk,” kata Bayu Dewantoro.

Bayu Dewantoro mengimbau kepada para Pileg dan Pilpres harus mengedepankan politik baik dan santun. Karenanya TNI/Polri siap mengamankan agenda demokrasi tersebut. Sampaikan visi dan misi yang sedang diusung jangan mencari dukungan dengan tidak baik, karena kondisi kamtibmas sekarang sudah aman dan kondusif.

“Jangan membuat permasalahan yang nantinya akan berdampak dengan situasi Kamtibmas. Jika sampai terjadi maka tindakan tegas diterapkan, dalam tindakan tegas aparat kepolisian tidak membedakan antara daerah satu dengan yang lainnya,” tegasnya. (dlt/cw1)

***Cegah Sengketa Pasca DCT

LEBIH baik mencegah dibanding menindak. Hal itu yang diserukan Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto serta penyelenggara Pemilu, yakni KPU serta Bawaslu RI dan DKPP, melalui video conference, Senin (24/9).

“Kita diminta lebih baik mencegah daripada menindak. Ini yang ditekankan dalam video conference ke kita,” tegas Komisioner Bawaslu Kabupaten Musi Rawas Divisi Informasi dan Data, Oktureni Sandhra Kirana, kemarin.

Beberapa hal disampaikan saat video conference, seperti adanya kontribusi Pemerintah Daerah (Pemda) dalam hal penyelenggaraan Pemilu 2019 mendatang, serta menekankan mengenai kesiapan seluruh pihak.

“Soal pengawasan, sebagaimana prinsip dari Bawaslu,
salah satu yang ditekankan juga oleh Bawaslu RI mengenai pencermatan DPT serta mewaspadai sengketa pasca penetapan DCT,” jelas dia.

“Kita juga diminta turut menyosialisasikan perekaman KTP-El, untuk mencegah sengketa DPT serta mengawasi mengenai kampanye, baik kampanye terbuka, maupun kampanye dalam bentuk iklan di media massa maupun di Media sosial. Karena kedepan, Kampanye juga harus mendapat izin dari pihak kepolisian,” jelasnya.

Kedepan, Bawaslu juga diminta untuk terus berkoordinasi dengan pihak kepolisian maupun KPU. Serta turut menyosialisasikan, mengenai pelanggaran kampanye.

Ketua KPU Kabupaten Mura, Ach Zaein pun hadir langsung dalam video conference kemarin.

“Kami sifatnya hanya mendengarkan. Salah satunya yang disampaikan tadi, kami diminta perkuat koordinasi terkait pengamanan, baik dengan pihak kepolisian maupun Bawaslu,” ungkapnya. (rfm)

Rekomendasi Berita