oleh

Setop Swafoto di Mekkah

LINGGAU POS ONLINE, LUBUKLINGGAU – Larangan swafoto ini dikeluarkan oleh Kementerian Luar Negeri Arab Saudi pada 12 November 2017. Pemerintah Saudi menilai, larangan swafoto (selfie) tersebut akan menghindarkan berbagai gangguan bagi jemaah yang ingin beribadah dengan khusyuk.

Seluruh aktivitas fotografi resmi dilarang di Arab Saudi, petugas keamanan bahkan diperintahkan untuk menyita kamera jika memang diperlukan.

Pemerintah Arab Saudi telah mengirimkan pemberitahuan ke kedutaan negara-negara tetangga. Kedutaan Besar Indonesia di Riyadh, Arab Saudi, telah menerima nota larangan selfie tersebut pada 15 November 2017.

Menanggapi hal ini, DR (Hc) KH Syaiful Hadi Maafi menegaskan kalau sebetulnya tanpa larangan tersebut kegiatan selfie dan sejenisnya tidak seharusnya dilakukan. Karena tidak ada manfaatnya, dan secara syari tidak ada nilai ibadahnya. Walaupun, dengan selfie ada nilai kebanggaannya.

Pihaknya sepakat dengan larangan tersebut.

“Karena efeknya dapat menimbulkan gangguan untuk jemaah lain. Lalu terkesan dan bisa jadi, riya’. Maka seharusnya, tidak dilakukan,” jelas Pendiri Pesantren Modern Ar Risalah ini.

Lebih baik ia menyarankan, ketika diberi kesempatan untuk berkunjung ke tanah suci untuk fokus dan khusyuk melaksanakan ibadah.

“Tekun melaksanakan ziarah ke makam nabi dan ke rumah Allah. Perbanyak doa dan berzikir, agar ibadahnya lebih tekun. Bukannya waktu kita di sana tidak lama, manfaatkan waktu yang singkat disana dengan sebaik mungkin untuk beribadah,” lanjutnya.

Sementara Kepala Kemenag Kota Lubuklinggau melalui Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah, H Hasbi Saidina Ali mengatakan kalau secara tertulis, sampai saat ini pihaknya belum menerima petunjuk mengenai larangan tersebut.

“Sebetulnya, larangan untuk membawa kamera sudah lama. Tapi untuk kamera handphone baru. Namun belum kita terima secara tertulis aturan tersebut. Kemungkinan aturan ini dikeluarkan, melihat perkembangan teknologi saat ini,” kata Hasbi, kemarin.

Tujuan kedatangan jamaah ke Makkah dan Madinah utamanya adalah untuk melakukan ibadah umrah atau haji. Hasbi menegaskan, perjalanan haji dan umrah tidak sama dengan berwisata ke tempat lain. Maka itu, penting bagi jamaah untuk menjaga kekhusyukan ibadahnya dibandingkan dengan ber-selfie ria di dalam masjid.

Menurutnya, pemerintah Arab Saudi sebagai tuan rumah jamaah haji dan umrah tentu menginginkan jamaah bisa melakukan ibadah dengan khusyuk. Tidak terganggu dengan aktivitas lain selain ibadah.

Kegiatan berswafoto, selain berpotensi untuk mengurangi kekhusyukan ibadah diri sendiri juga bisa mengganggu jamaah lain yang sedang beribadah.

Kekhawatiran lain, gambar yang diambil dari dua masjid itu bisa dipergunakan untuk tujuan tidak baik oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

Kita mengimbau jamaah umara dan haji yang berangkat ke Tanah Suci agar meluruskan niat. Niat utamanya adalah beribadah, bukan pamer. Jangan sampai nilai ibadah menjadi turun gara-gara kebanyakan swafoto.

Menyikapi larangan ini, pihaknya juga menilai selfie saat melaksanakan ibadah Haji dan Umrah memang kurang tepat dilakukan jemaah.

Kepada JCH dan pihak travel, ia pun mengimbau untuk kedepannya agar mematuhi larangan tersebut.

“Ya kita imbau dan berikan pemahaman kepada mereka, mulai saat ini,” tegasnya.

Senada, diungkapkan oleh Manager KBIH Armina Reka cabang Kota Lubuklinggau, Susilawati Syamsir kalau pihaknya saat ini belum menerima secara tertulis aturan tersebut.

“Namun informasi mengenai larangan ini sudah kita dengar, karena informasinya lagi aturannya sudah diterima oleh Kemenag pusat. Kita pun sejak dulu sudah mewanti-wanti jemaah kita ataupun mereka yang akan berangkat dalam waktu dekat, untuk mematuhi larangan ini. Karena sebetulnya, larangan ini pun sudah sejak lama diterapkan,” jelasnya. (09)

Komentar

Rekomendasi Berita