oleh

Setiap ke Linggau, Bos Parno Traktir Kami di CFC

Oleh: Solihin

Setelah sebulan Linggau Pos terbit, Bos Parno datang lagi ke Lubuklinggau. Kalau biasanya sampai di Lubuklinggau, dia langsung menuju hotel untuk istirahat, tapi kali ini tidak. Begitu sampai di Kota “Sebiduk Semare” Bos Parno  langsung ke Kantor Linggau Pos.

Bos Parno sampai di Lubuklinggau waktunya tidak menentu, antara pukul 13.00 WIB sampai pukul 15.00 WIB. Dan begitu sampai di kantor, dia langsung menemui staf bagian keuangan Hasan, pemasaran koran Yuni dan staf iklan/kasir Rusmila.

Bos Parno menanyakan masalah penjualan koran dan iklan. Setelah itu dia naik ke lantai dua (Ruang Redaksi dan Pracetak), dan bertemu dengan kawan-kawan wartawan, serta pracetak.

Sampai di Ruang Redaksi, Bos Parno langsung bertanya, “Siapa beritanya sudah selesai diketik dan siap diedit? Ada beberapa orang wartawan beritanya selesai diketik dan siap diedit. Bos Parno langsung mengedit berita wartawan tersebut. Yang jelas, setiap wartawan beritanya diedit Bos Parno, dipastikan ada rasa takut, cemas, dan grogi.

Bos Parno saat mengoreksi tulisan wartawan boleh dikatakan keras. Kalau berita tidak lengkap, alur cerita yang tulis tidak teratur (berputar-putar) pasti ditanya dengan nada suara agak tinggi.

Perlakuan Bos Parno saat itu sama seperti mengedit tulisan saya dan kawan-kawan saat magang di Sumatera Ekspres. Kemudian, saat proses editing itu, wartawan yang beritanya diperiksa harus duduk atau berdiri di samping Bos Parno. Tujuannya ketika ada tulisan, kata, atau kalimat yang tidak jelas, mudah untuk diperbaiki.

Tapi kawan-kawan senang, karena banyak ilmu yang didapat dari Bos Parno. Setelah selesai, maka wartawan diberinya motivasi. Biasanya Bos Parno sambil menepuk-nepuk bahu wartawan tersebut.

Memang Bos Parno sangat hebat dalam manajemen Sumber Daya Manusia (SDM). Terbukti setiap karyawan mampu memahami, dan mengikuti maksud dan tujuan yang diinginkan sesuai dengan konsepnya. Kemudian setiap karyawan memiliki penilaian tersendiri terhadap dia, wajar Bos Parno  disenangi, disegani, dan dihormati.

Setelah selesai mengoreksi tulisan beberapa wartawan, dia pamit untuk istirahat di Hotel Royal. Dan sebelum naik mobil Nissan Terrano Nomor Polisi BG 1 SE, dia minta kepada Pak Wargo dan saya, selesai Salat Magrib supaya mengajak semua karyawan makan di California Fried Chicken (CFC) yang terletak di depan Hotel Royal, Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Jawa Kanan SS, Kecamatan Lubuklinggau Timur II.

Tentu saja kawan-kawan senang sekali, karena makan di CFC saat itu dibilang jadi favorit mereka. Terlebih CFC baru buka di Lubuklinggau. Usai Salat Magrib, semua karyawan Linggau Pos berkumpul di kantor.

Tapi untuk sampai di CFC, khusus kawan-kawan yang tinggal di kantor Linggau Pos, harus dibonceng dengan sepeda motor. Waktu itu hampir semua wartawan tidur di kantor. Untuk wartawan tidur di lantai 2 bagian belakang, sedangkan wartawati tidur di lantai dasar bagian belakang.

Saya baru ingat, motor digunakan untuk mengangkut kawan-kawan tadi, motor operasional kantor. Ada dua unit sepeda motor Suzuki Shogun. Kedua motor ini difungsikan untuk operasional marketing iklan dan koran.

Kantor disekat menggunakan  triplek dengan rangka kayu sento kelas 2. Lantai dasar dibuat lima sekat, yakni ruang tamu dan iklan/pemasaran koran, ruang keuangan, ruang PU/Pemred dan PP.

Selanjutnya, ada satu ruangan lagi khusus tempat tinggal Iskandar (Pracetak) dengan keluarganya, dan kamar tidur wartawati.

Lalu lantai 2 dibagi tiga sekat, yaitu ruang redaksi, pracetak, dan kamar tidur wartawan, kemudian teras bagian belakang, digunakan untuk mesin genset dan gudang.

Sebelum kawan-kawan sampai ke CFC, Bos Parno sudah menunggu di depan pintu CFC. Melihat kawan-kawan tiba, dia tersenyum, lalu dia mengajak kawan-kawan masuk.

Saat makan bersama di CFC itulah Bos Parno memberikan semangat dan motivasi untuk kami. Dan hampir semua karyawan saat itu merasa dekat dengan Bos Parno.

Kebiasaan Bos Parno mengajak kami makan di CFC setiap datang ke Lubuklinggau  berjalan lebih kurang dua tahun. Dan Bos Parno datang ke Lubuklinggau sudah dipastikan satu bulan satu kali, walaupun hari dan tanggalnya tidak pasti.

Yang jelas kedatangan Bos Parno selalu ditunggu semua karyawan Linggau Pos, untuk mengedit berita dan mengajak mereka makan bersama di CFC.

Hingga saat ini, kawan-kawan yang sudah 16 hingga 20 tahun bergabung di Linggau Pos, seperti Rusmila, M Yasin, Budi Santoso, Dian Widyasari, Panca Riatno, Endang Kusmadi dan Mustofa masih ingat dengan Bos Parno, mengajak mereka makan bersama di CFC saat datang ke Lubuklinggau.

“Aku masih ingat baru-baru Linggau Pos buka, setiap Pak Parno datang pasti kita diajak makan di CFC,” cerita Rusmila singkat.

“Yo nian Yuk Mila, aku senang nian kalau Pak Parno datang ke Linggau, pasti kita ditraktir makan di CFC,” timpal Dian. (bersambung)

Rekomendasi Berita