oleh

Setiap Jumat Biasakan Anak Baca Al-Kahfi

LINGGAU POS ONLINE, ULAK SURUNG – Bermain sambil belajar dan belajar seraya bermain. Itulah yang diterapkan guru TKIT Imam Syafi’i untuk mengembangkan kepribadian anak.

Sejak diresmikan tahun 2013, TK ini lebih mengutamakan penanaman ilmu keagamaan pada anak didiknya. Agar terwujud lulusan yang beraqidah dan berbakti kepada orang tua. Serta bernilai positif untuk lingkungannya.

Hal itu disampaikan Kepala TKIT Imam Syafi’i Eva Septa Padila, melalui seorang guru Tri Sapta Handayani, Rabu (22/11).

Karena anak usia 5-6 tahun, rangsangan untuk membantu pertumbuhannya sangat baik. Terutama dengan memperkenalkan berbagi pengetahuan, sikap, perilaku dengan cara yang menyenangkan. Salah satu pondasi terbaiknya, yakni dikuatkan dari sisi keagamaan.

Dibincangi di TKIT Imam Syafi’i, Jalan Jendral Sudirman, No 22 Kelurahan Ulak Surung, Kecamatan Lubuklinggau Utara II ia menerangkan, Tri Sapta Handayani menjelaskan salah satu bentuk kegiatan untuk menanamkan ilmu keagamaan, setiap Jumat anak didik TKIT Imam Syafi’i diajarkan teknik menghafal Alquran Juz 30 Surah Al-Kahfi.

“Surat ini (Al-Kahfi,red) sangat baik dibaca saat Jumat. Oleh karena itu kami ajarkan pada mereka. Kami juga mengajarkan hafalan hadist, tahfidz, mengaji, doa sehari-hari, praktik wudhu dan praktik salat,” jelas Tri Sapta Handayani.

Dari sisi berpakaian, seragam yang digunakan sehari-hari pun termasuk sangat langka dijumpai di TK pada umumnya.

“Jadi bukan hanya guru-gurunya saja yang mengenakan pakaian syari namun anak didik juga dituntut untuk mengenakan seragam syari berwarna hijau tosca karena TK ini lebih mengarah ke ajaran-ajaran dan syariat Islam,” jelas guru yang akrab dipanggil Ummi Tri itu.

Ia menjelaskan, pertama berdiri empat tahun yang lalu hanya memiliki 13 anak didik. Kemudian mengalami peningkatan hingga 32 anak didik dan sudah meluluskan empat generasi . Saat ini ada lima guru yang mengabdi di TKIT Imam Syafi’i. Tiga orang guru pengajar (Lulusan Sarjana Ilmu Pendidikan), seorang operator (staf komputer) dan termasuk kepala TK.

Lantas bagaimana dengan kurikulumnya?

Ummi Tri menerangkan, kurikulum yang diterapkan sesuai dengan Dinas Pendidikan, sebagaimana yang di arahkan Bidang Pembinaan pendidikan Anak usia Dini (PAUD) dan Pendidikan Non forma. Namun, yang menjadi keunggulan TK ini juga memakai kurikulum yayasan yang lebih konsentrasi pada pembinaan keagamaan.

Kurikulum dinas digunakan untuk kegiatan menulis, membaca, berhitung, mewarnai, menggambar, perkenalan huruf dan angka, jenis warna, bentuk, bahkan Bahasa Inggris juga menjadi jadwal pelajaran di TKIT Imam Syafi’i.

Lebih istimewa, karena Kepala TK Eva Septa Padila menggagas program outing class. Dengan melakukan kunjungan ke Bukit Sulap, Badan Perpustakaan Arsip dan Dokumentasi (BPAD) Kota Lubuklinggau, Market Day, Fun Cooking hingga mengikuti kegiatan karnaval menyambut Kemerdekaan 17 Agustus 2017 lalu.

Prestasi yang sudah diraih tidak diragukan lagi. Anak didik TKIT imam Syafi’i meraih harapan I dan II hingga juara I dan II Tahfidz quran pada acara Open House Sekolah Alam Januari 2017.

Ummi Tria berharap, semoga yayasan ini semakin maju, berhasil menciptakan anak yang sholeh dan sholehah, menumbuhkan semangat kehidupan Islami kepada anak didik dan dapat menciptakan generasi muslim yang berakidah berdakwah dan bermuamalah.(CW04)

Komentar

Rekomendasi Berita