oleh

Setiap Hari Beredar 12.000 Tahu dan 100 Kg Mi Kuning Berformalin di Pasar

LINGGAU POS ONLINE – Temuan Petugas gabungan BBPOM Palembang, Polda Sumsel, Pol PP Sumsel dan BPOM Lubuklinggau, terhadap usaha mie kuning dan tahu mengandung formalin di Lubuklinggau, Selasa (5/11/2019) mengungkapkan fakta baru.

Menurut Kepala Bidang Penindakan BBPOM Palembang Tedy Wirawan dalam pers rilis di BPOM Lubuklinggau, Rabu (6/11/2019) sore, dalam sehari pemilik usaha mi kuning HN, bisa memproduksi mie kuning mengandung formalin 100 kg.

“Mi ini dipasarkan di Pasar Bukit Sulap dengan harga Rp50 ribu per 10 Kg,” jelasnya.

Bahkan penjualan mi kuning mengandung formalin ini dijelaskannya sudah sejak 2016, atau tiga tahun berlangsung.

Sementara tahu mengandung formalin milik RD, dijelaskannya sudah dipasarkan lebih lama lagi yakni sejak 2014. “Sehari rata-rata menjual 12 ribu atau setara 300 Kg kedelai. Dia menjual dengan harga Rp400 per buah,” tambah Tedy.

Ditambahkan Kepala BPOM di Lubuklinggau Afdil Kurnia menambahkan, makanya kedua pelaku usaha ini, diancam hukuman maksimal 5 tahun penjara denda Rp10 miliar sesuai dengan Pasal 136 Undang-undang No.18 tahun 2012 tentang pangan.

“Berdasarkan pengamatan kami, mi dan tahu ini bukan hanya beredar di Lubuklinggau, namun juga keluar daerah seperti Musi Rawas, Muratara, Empat Lawang dan Rejang Lebong,” tambahnya.(*)

Rekomendasi Berita