oleh

Sesuaikan Hukuman dengan Kesalahan

Sekolah Penumbuh Mental Disiplin

Sekolah jadi tempat yang paling strategis untuk memupuk kedisiplinan anak. Tak cuma agar patuh aturan, tapi juga untuk mengembangkan kontrol diri sebagai cikal bakal perilakunya kelak.  

Laporan Sulis, Air Temam

MENJADIKAN ratusan siswa disiplin, tak mungkin dengan cara yang instan. Meski begitu, setiap guru punya cara tersendiri, agar bisa menjadikan siswa-siswinya patuh pada aturan, dan tak melanggar ketentuan.

“Kuncinya konsisten. Misal soal rokok. Siswa dilarang merokok. Kitanya juga jangan leha-leha merokok di depan dia. Sekalipun bukan jam sekolah,” jelas Kepala SMAN 6 Lubuklinggau, Agustunizar, Selasa (25/12).

Menurutnya, saat berlatih mendisiplinkan anak, sesuaikan hukuman dengan kesalahan.

“Misal anak buang sampah sembarangan. Bukan memarahi langsung. Tapi beritahu dia untuk ikut membersihkan sampah itu. Sampaikan ke anak, bahwa setiap perbuatan ada konsekuensi yang akan didapatnya. Biarkan ia belajar menerima konsekuensi dari tindakannya,” terang Agustunizar.

Termasuk ketika siswa mendapatkan hukuman, segeralah menetralisir suasana.

“Ya, saya sampaikan ke rekan-rekan guru, jangan berlama-lama mengingat-ingat kesalahannya atau justru membayar hukuman yang kita tetapkan pada anak dengan reward yang berlebihan. Ini justru membuat anak berpikir bahwa kita menyesal telah menghukumnya,” jelas Agustunizar.(*)

Rekomendasi Berita