oleh

Sesosok Bayi Ditemukan Dekat Kuburan

LINGGAU POS ONLINE, KALI SERAYU – Rabu (3/1) pukul 05.30 WIB, warga RT 02, Kelurahan Kali Serayu, Kecamatan Lubuklinggau Utara II, heboh. Pasalnya di lokasi itu, ditemukan bayi perempuan terbungkus plastik hitam yang diikat erat.

Bayi malang ini berada di semak-semak, tepat di depan kuburan Cina.

Bambang Sulistio (49) warga RT 02 yang pertama kali memberanikan diri mengangkat bayi berkelamin perempuan itu dari semak-semak.

“Yang pertama kali melihat plastik itu Khairul. Dia (Khairul,red) melihat plastik ini karena mendengar ada bayi merintih. Dia warga RT 04. Saat itu ia ingin pergi ke kebun kopi. Karena Khairul tidak berani membukanya, dia memanggil saya. Makanya saya bersama adik ipar dan istri saya melihat kantong plastik hitam yang ditemukan Khairul di dalam semak-semak. Saat mau buka plastik itu, diikat erat sekali. Terpaksa talinya saya potong menggunakan parang. Tidak disangka di dalam plastik itu ada bayi perempuan yang meringkuk,” jelas Bambang kepada Linggau Pos, Rabu (3/1).

Bambang menceritakan awalnya, dia tidak berani juga mengangkat bayi itu.

“Kami pikir sudah meninggal. Namun pelan-pelan kami amati lagi, tangan kirinya keluar dari plastik. Bayi itu sama sekali tidak menangis, namun merintih seperti kedinginan. Untungnya istri saya membawa sarung, makanya langsung kami bawa ke rumah Ketua RT. Kondisi bayi sehat, hanya saja sekujur tubuhnya penuh kotoran. Tidak ada barang lain yang ditemukan, hanya bayi dengan tali pusar yang masih nempel pada perut bayi,” jelas Bambang lagi.

Hal ini dibenarkan oleh Dadang Iskandar, Ketua RT 04.

Dadang menambahkan, kantong plastik hitam tempat bayi cantik itu dibuang, berada di bawah batang sawit. Ke bawah sedikit turunan mirip jurang kecil yang menjorok ke sawah.

“Setelah mereka serahkan ke saya, dan kita tindak lanjuti dengan dibawa ke rumah bidan terdekat untuk mendapatkan perawatan. Tidak ada barang lain yang ditemukan, bahkan ari-arinya saja tidak ada,” ungkap Dadang.

Selanjutnya, ia juga menghubungi pihak kepolisian untuk ditindaklanjuti.

“Di wilayah kami, baru pertama kali ini ada penemuan bayi. Saya tidak bisa menduga-duga siapa orang tua bayi tersebut, biarkan pihak kepolisian yang mengungkapnya,” jelasnya.

Sementara itu, Bidan Masdjidah yang praktik di RT 01, Kelurahan Kali Serayu menjadi tangan pertama yang merawat sang bayi.

“Seluruh badan bayi sudah membiru, karena kedinginan dan terlalu lama di kantong plastik. Bayi perempuan ini bobotnya 2,8 Kg dengan panjang 49 Centimeter (Cm). Saat ini sudah mau minum susu bahkan cukup banyak, dan sudah kita hangatkan di inkubator,” jelasnya.

Bidan Masdjidah memperkirakan, bayi tersebut baru lahir.

“Kalau melihat kondisinya tadi, saya perkirakan dia dilahirkan tengah malam tadi, atau minimal pukul 04.00 WIB tadi pagi. Saat ditemukan ari-arinya sudah hilang, hanya ada tali pusat yang sudah saya potong. Tubuh bayi juga dipenuhi kotoran, dan ada lecet di hidungnya yang kemungkinan lecet lantaran terkena kukunya saat meringkuk,” jelasnya.

Lebih lanjut, Masdjidah menjelaskan, rencananya bayi tersebut akan dirawat oleh anaknya, Tika Hendrik bersama suaminya. Karena kebetulan sudah menjalani kehidupan rumah tangga lebih kurang tiga tahun belum dikaruniai anak.

“Rencananya akan dirawat anak saya dan saat ini masih melakukan pengurusan hak asuh anak. Selain itu bayi perempuan ini sudah diberi nama, Annisah Nurhidayah,” ucap wanita hampir 10 tahun menjadi bidan ini.

Bhabinkamtibmas Kelurahan Kali Serayu, M Deden pun membenarkan. Saat ini ia menegaskan, kejadian ini dilaporkan ke pimpinan dan dikembangkan. Pihak penyidik dari kepolisian pun, sudah melakukan penyelidikan siapa orang tua si bayi yang belum diberikan nama tersebut.

“Penemu bayi yang pertama pun akan dimintai keterangan, kronologis penemuan bayi untuk diungkapkan, siapa pelaku yang membuang bayi tersebut. Untuk pidana pastinya masuk pidana Undang-Undang No. 35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak, dengan ancaman sanksi 15 tahun penjara. Untuk sementara dalam tahap penyelidikan, bayi akan dititipkan ke bidan,” jelas Deden. (09)

Komentar

Rekomendasi Berita