oleh

Serangan Harimau Kembali Tewaskan Warga Pagar Alam

LINGGAU POS ONLINE – Korban tewas akibat serangan harimau sumatera kembali terjadi di Pagar Alam. Lokasi serangan itu berada di Dusun Tebat Benawa, Kelurahan Penjalang, Kecamatan Dempo Selatan, Kamis (5/12/2019).

Korban diketahui bernama  Yanto (35) warga Desa Karang Dalam Kecamatan Dempo Selatan Kota Pagar Alam. Jenasah Yanto hanya tersisa bagian kaki dan tulang belulang.

Kapolsek Dempo Selatan Iptu Zaldi Jaya mengonfirmasi peristiwa serangan tersebut. Ia mengatakan peristiwa serangan itu diduga terjadi sekitar pukul 11.00 WIB.

Lokasi penyerangan kali ini masih dekat dengan lokasi penyerangan terhadap Marta Rolani (24) yang diserang pada Senin (2/12/2019).

”Kita bersama BKSDA dan dibantu oleh 100 pasukan gabungan dan masyarakat turun untuk melakukan evakuasi. Saat ditemukan korban sudah tidak bisa dikenali. Jarak lokasi kejadian cukup jauh, sekitar 1 jam perjalanan dari perkampungan terdekat,” kata Zaldi.

Terkait risiko serangan lain harimau yang turun ke permukiman, Zaldi mengatakan, “Kita imbau kepada masyarakat untuk sangat berhati-hati dan jangan ke kebun sendirian,” katanya.

Sementara itu menurut keterangan saksi Khoiri (40), Senin (2/12/2019) sekitar pukul 08.00 WIB korban Yanto berpamitan kepada istri untuk pergi ke kebun. Ia hendak mengambil hasil petikan kopi yang masih di simpan di pondok.

Korban rencana pulang pada sore harinya. Namun sudah tiga hari korban tidak kunjung pulang. Akhirnya Kamis (5/12/2019) pihak keluarga menyusul ke kebun, dikarenakan mertua korban meninggal dunia.

Setiba di kebun milik, keluarga melihat korban sudah tergeletak di samping pondok di tengah kebun kopi milik korban, dengan kondisi sudah meninggal dunia degan tubuh sudah tercabik (tidak utuh).

Melihat kejadian tersebut saksi melihat di area sekitar masih ada harimau yang menerkam korban. Saksi langsung berlari ke arah kampung guna menyelamatkan diri dan memberitahukan kepada pihak keluaga dan masyarakat

Ia mengatakan polisi telah melakukan evakuasi terhadap anggota tubuh korban yang tersisa ke rumah sakit untuk proses visum dan identifikasi.

Sementara itu, Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Selatan Genman Suhefti Hasibuan berujar, lokasi penyerangan tersebut terjadi di kawasan hutan lindung dan masih di sekitar lokasi penyerangan pada Senin (2/12/2019).

”Korban diduga masyarakat Kabupaten Lahat yang menggarap di dalam hutan lindung. Padahal Muspida Pagar Alam beberapa hari lalu sudah mengimbau untuk menghentikan aktivitas di dalam kawasan yang dapat mengganggu keberadaan harimau,” kata dia seperti dikutip dari CNN Indonesia.

Diketahui, serangan harimau di Sumatera Selatan terjadi di dua daerah yakni Kota Pagar Alam dan Kabupaten Lahat yang jaraknya berdekatan.

Kemudian, penampakan harimau di Koridor Harimau Bukit Dingin kembali terlihat dii Desa Rimba Candi, Kecamatan Dempo Tengah, Kota Pagar Alam. Jumat (29/11/2019). Satu ekor ayam menjadi mangsa harimau tersebut.

Penyerangan pertama terjadi di Tugu Rimau, kawasan Taman Wisata Gunung Dempo pada Jumat (15/11/2019). Irfan (18) wisatawan asal Kabupaten Musi Banyuasin diserang saat berkemah di dalam tendanya. Irfan mengalami luka parah dan mesti dirawat di rumah sakit akibat insiden tersebut.

Penyerangan kedua terjadi di Desa Pulau Panas, Kecamatan Tanjung Sakti Pumi, Kabupaten Lahat, Minggu (17/11/2019). Seorang petani kopi, Kuswanto (58) tewas diserang harimau saat menebang pohon menggunakan gergaji mesin. Di lokasi yang sama, harimau sumatera pun diduga memangsa hewan ternak kambing.

Warga juga mengaku melihat tiga ekor anak harimau seukuran anjing di Dusun Pematang Bango, Desa Curup Gare, kecamatan Pagar Alam Utara, Kota Pagar Alam, Minggu (1/12/2019). Keesokan harinya, Senin (2/12/2019) seorang petani diserang harimau di Desa Tebat Benawa, Kelurahan Penjalang, Kecamatan Dempo Selatan, Pagar Alam hingga mengalami luka-luka parah.(*)

Rekomendasi Berita