oleh

Sepekan, 14 Bandit Diringkus

LINGGAU POS ONLINE, DEMPO – Tindak kriminalitas baik di Kota Lubuklinggau, Kabupaten Musi Rawas maupun Musi Rawas Utara (Muratara) masih sering terjadi, terhitung dari Minggu (12/11) hingga Minggu (19/11).

Terbukti selama sepekan (seminggu) masih banyak tindak kejahatan yang ditangani anggota Polres Lubuklinggau maupun Lubuklinggau Mura, baik Curas, Curat, Curanmor, menyimpan Senjata Api Rakitan (Senpira), perbuatan tidak menyenangkan, penyalahgunaan narkoba dan lain-lain.

Hasil data tangkapan polisi selama seminggu ada sekitar ada sekitar 14 tersangka yang diamankan polisi dengan berbagai macam kasus kejahatan diantaranya, dua Curat, tiga Curas, satu perbuatan tidak menyenangkan, satu menyimpan senpira, satu menyimpan sajam, satu Curanmor serta lima narkoba.

Dua tersangka terlibat aksi Curat yakni, M  Khairul Sinaga (25) warga Desa Tebing Tinggi, Kecamatan Nibung, Kabupaten Muratara diringkus polisi Mapolsek Nibung. Diringkus diduga melakukan pencurian buah sawit milik PT Lonsum Sei Kepayang Estate blok 431,432 Divisi 1 SKE sekitar pukul 23.00 WIB, Kamis (9/11).

Kemudian, tersangka Boby (33) warga Kelurahan Karang Jaya, Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) diamankan polisi sekitar pukul 23.40 WIB, Senin (13/11). Tersangka kasus Pencurian dengan Pemberatan (Curat) Baterai Tower di Belitung, Kecamatan Koba, Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Bangka Belitung.

Kasus Curas diantaranya, Selegar alias Legar (33) warga Desa Karang Anyar, Kecamatan Rupit, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) diamankan polisi. Lantaran diduga Pencurian dengan Kekerasan (Curas) diamankan sekitar pukul 18.00 WIB, Minggu (12/11).

Tersangka, LR (17) warga Desa Kali Bening, Kecamatan Tugumulyo, Kabupaten Musi Rawas melakukan aksi Curas diamankan polisi. Tersangka diamankan sekitar pukul 16.30 WIB, Senin (13/11).

SS (17) warga Kelurahan Sumber Agung, Kecamatan Lubuklinggau Utara I, berurusan dengan hukum. Merampas Handphone (Hp) milik korban Suparyono (20),  warga Desa Sadar Karya, Kecamatan Tugumulyo, sekitar pukul 03.00 WIB, Sabtu (18/11).

Selanjutnya, Zulpahmi alias Zul (36) warga Kampung IV, Desa Embacang Ilir, Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Muratara diringkus polisi, sekitar pukul 01.30 WIB, Selasa (14/11). Tersangka diringkus diduga melakukan perbuatan tidak menyenangkan terhadap korban Sahrul alias Jahul (35).

Tersangka, Paiman (60), warga Desa Kertosono, Kecamatan Jayaloka, Kabupaten Musi Rawas (Mura) diringkus polisi karena kedapatan menyimpan Senpira, sekitar pukul 04.00 WIB, Sabtu (11/11).

Kemudian dua tersangka Curas yakni, Tarman (22) warga Desa Jamburejo, Kecamatan Sumber Harta, Kabupaten Musi Rawas diciduk polisi karena diduga terlibat kasus Pencurian Kendaraan Bermotor (Curanmor), sekitar pukul 23.30 WIB, Kamis (16/11).

Tersangka, Redi Hartoni (22) warga Dusun IV, Desa Pelalo, Kecamatan Sindang Kelingi, Rejang Lebong diringkus polisi, diduga menyimpan Senjata Tajam (Sajam), sekitar pukul 11.30 WIB, Selasa (14/11).

Dan baru-baru ini kelima tersangka penyalahgunaan narkoba diantaranya, Fahrulrozi, Rudi Sarjio, Aji Koni, Muharizal dan Romli diamankan polisi diduga sebagai pengedar dan bandar narkoba jenis ganja dan sabu sekitar pukul 18.30 WIB, Selasa (14/11).

Kapolres Lubuklinggau, AKBP Hajat Mabrur Bujangga melalui Kasat Reskrim, AKP Ali Rojikin mengatakan bahwa memang kasus 3C masih sering terjadi di wilayah hukum Polres Lubuklinggau.

“Namun, aksi kejahatan bukan hanya karena ada niat dari pelaku, lalainya masyarakat dapat membuat orang terpancing untuk melakukan aksi kejahatan,” kata Ali Rojikin, Minggu (19/11).

Kasat Reskrim menjelaskan, salah satu contoh perempuan yang mengendarai motor memakai hiasan-hiasan yang berlebihan. Hal itu jelas memancing para pelaku kejahatan untuk beraksi, walaupun saat itu belum ada niat dari si pelaku.

“Saat memarkirkan motor jangan lupa mengunci stang dan menambah kunci tambahan, guna mencegah aksi kejahatan dan akan lebih baik apabila masyarakat menggalakkan ronda keliling atau pos ronda di setiap wilayah untuk mencegah aksi kriminalitas,” jelas Ali Rojikin.

Senada disampaikan, Kapolres Mura, AKBP Pambudi melalui Kasat Resrkim, AKP Wahyu Setyo Pranoto membenarkan, kalau pelaku tidak kejahatan di wilayah hukum Polres Musi Rawas masih banyak berkeliaran.

“Namun walaupun demikian, sebagai aparat penegak hukum yang menaungi dua wilayah yakni Kabupaten Musi Rawas dan Muratara akan berupaya terus melakukan pemburuan dan penangkapan para pelaku kejahatan,” kata AKP Wahyu Setyo Pranoto.

AKP Wahyu Setyo Pranoto menjelaskan, mengenai jaringan pelaku Curanmor untuk di wilayah Kabupaten Musi Rawas dan Muratara sampai saat ini belum ada ataupun ditemukan di wilayah hukum Polres Musi Rawas.

“Walaupun demikian, kita akan tetap melakukan penyelidikan mengenai para pelaku tindak kriminalitas,” tutupnya.(16)

Komentar

Rekomendasi Berita