oleh

Seorang Warga Tewas Terjebak Karhutla

LINGGAU POS ONLINE– Seorang warga meninggal dunia akibat terjebak asap kebakaran hutan dan lahan di dekat rumahnya. Sebelum meninggal, korban mengalami pingsan.

Adalah, Lateno. Pria berusia 60 tahun itu meninggal dunia usai terkepung asap Karhutla di sekitar tempat tinggalnya di Manggar, Balikpapan Timur, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur itu.

Kepala BPBD Kota Balikpapan Suseno dalam keterangannya mengatakan peristiwa nahas tersebut terjadi pada Sabtu (21/9/2019) siang, pukul 13.30 Wita. Saat itu, Tim Damkar BPBD Kota Balikpapan, bersama unsur lainnya tiba di lokasi dan bergegas memadamkan api.

“Yang terbakar lahan sekira ukuran 20 x 30 meter persegi, di tepi pantai. Masyarakat yang membakar itu,” katanya, Minggu (22/9/2019).

Di tengah kepungan asap saat upaya pemadaman, Lateno terlihat sesak napas di lokasi. Hingga akhirnya pingsan.

“Beberapa saat kemudian, ada tim kesehatan dari Puskesmas datang, melakukan pengecekan kesehatan. Dan warga itu dinyatakan meninggal di lokasi,” jelas Suseno.

Dijelaskan Suseno, tim gabungan Satgas Bencana Karhutla selalu siaga dan sigap selama 24 jam. Tim tersebar di 6 UPTD BPBD, di 8 pos yang didirikan.

“Kita usahakan, api baru kecil cepat kita padamkan, supaya tidak meluas. Kejadian (Karhutla) termasuk sering, tapi cepat kita tangani. Tapi kondisi lapangan terkendala akses, dan sumber air. Kami pun manfaatkan air di parit, sedot pakai pompa. Kota Balikpapan beda dengan kota lain, punya sungai yang bisa diandalkan,” katanya.

Di Pekanbaru, Riau akibat kabut asap yang kian pekat empat pesawat dari tiga maskapai berbeda kesulitan mendarat di Bandar Udara Internasional Sultan Syarif Kasim II. Akibatnya pesawat diarahkan mendarat di Bandara Hang Nadim, Batam.

Kabut asap karhutla menyebabkan jarak pandang hanya 500 meter. Keempat pesawat tersebut adalah Batik Air, Citilink dan Malindo Air.

“Pesawat Malindo Air OD 362 divert ke Subang bandara asalnya, Malaysia” kata Officer In charge (OIC) Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru Benni Netra, Minggu (22/9).

Selain Malindo, ada tiga pesawat lain yang tidak berani mendarat d Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, pada Minggu pagi. Keempat pesawat itu tak jadi ke Pekanbaru, ada 3 yang dialihkan ke Bandara Hang Nadim, Batam.

“Info dari 4 pesawat yang sempat melakukan holding untuk pendaratan tadi, akhirnya 3 divert ke Batam yakni Batik Air ID 6856 dan Lion Air JT 276, Citilink QG 936 divert ke CGK,” jelas Benni.

Dijelaskannya, keempat pesawat tersebut sempat berputar-putar atau hold di langit Pekanbaru pukul 08.30 WIB. Maskapai Batik Air dengan nomor penerbangan 6856 dari Bandara Soekarno Hatta seharusnya mendarat pada pukul 07.35 WIB.

Namun, jarak pandang di landasan pacu Bandara Sultan Syarif Kasim II (SSK II) Pekanbaru berkisar 500 meter membuat pilot memutuskan pengalihan ke Bandara Batam.

Sedangkan untuk maskapai Citilink QG 936 yang juga dari Soekarno Hatta Jakarta dijadwalkan untuk mendarat sekitar pukul 08.15 WIB, serta Malindo Air OD 362 dari Subang, Malaysia yang dijadwalkan mendarat pukul 08.30 WIB juga sempat berputar-putar di udara Pekanbaru. Mereka dialihkan ke Batam, dan ke bandara asalnya.

“Sekarang jarak pandang 500 meter, sedangkan jarak pandang aman untuk mendaratkan pesawat adalah minimal 800 meter,” kata Benni.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan jarak pandang di Bandara Pekanbaru hanya 500 meter akibat kabut asap. Bahkan lebih parah di Pelalawan, yakni hanya berkisar 300 meter, Rengat Kabupaten Indragiri Hulu 500 meter serta Kota Dumai 1 Kilometer.(*)

Sumber: Fajar Indonesia Network

Rekomendasi Berita