oleh

Seorang Jemaah Ditinggal di RS Mekkah

LINGGAU POS ONLINE, PETANANG ULU – Kepulangan jemaah haji Kota Lubuklinggau, Selasa (28/8) diwarnai isak tangis keluarga yang menjemput. Penjemputan jemaah haji di halaman Sport Center Kelurahan Petanang Ulu, Kecamatan Lubuklinggau Utara I sekitar pukul 10.00 WIB.

Sayangnya, satu orang jemaah haji Kota Lubuklinggau, terpaksa menunda kepulangannya ke tanah air lantaran masih sakit pernapasan.

Hal ini diungkapkan Plh Kemenag Kota Lubuklinggau, Sugiono saat menjemput jemaah haji Kota Lubuklinggau. Sugiono menjelaskan, satu orang jemaah atas nama Saidi (78) asal Kecamatan Lubuklinggau Timur I.

Ia masih dirawat karena sakit pernapasan. Saat ini Saidi masih harus dirawat, di salah satu rumah sakit di Kota Mekkah.

“Total jemaah kita 132 orang karena satu orang tertunda maka yang pulang hanya 131 jemaah. Alhamdulilah jemaah tiba di Kota Lubuklinggau dengan selamat dan tepat waktu, yakni pukul 10.00 WIB dalam keadaan sehat,” ungkapnya.

Untuk Saidi dilanjutkannya, akan pulang ketika dinyatakan sehat oleh dokter setempat.

“Karena kita kloter I, masih banyak kloter selanjutnya. Maka Saidi akan pulang, dengan kloter selanjutnya,” lanjut Sugiono.

Untuk pengambilan koper, kata dia, sama seperti tahun sebelumnya diambil di halaman kantor Kemenag Kota Lubuklinggau setelah Salat Zuhur.

“Syaratnya juga sama dengan menunjukkan paspor jemaah,” tambahnya.

Lantas apa cerita jemaah pasca melaksanakan ibadah haji? Hj Zawiyah (63), jemaah asal Kelurahan Marga Mulya, Kecamatan Lubuklinggau Selatan II mengaku ibadahnya lancar. Hanya saja jemaah di sana harus kesulitan mendapatkan air bersih, terutama saat berada di Musdalifah.

Ia menceritakan, bagaimana khawatirnya mereka saat terjadi angin kencang.

“Kami semua jemaah tidak ada yang berani keluar tenda. Apalagi saat badai angin, kami baru sampai ke Musdalifah,” jelasnya yang berangkat bersama anak dan menantunya.

Senada diungkapkan H Rusdan Nuzli (58), jemaah asal Kecamatan Lubuklinggau Selatan II.

“Sejak awal kita ikhlas, semua tidak ada yang merasa cemas atau ketakutan saat angin kencang. Hanya saja memang diimbau, untuk tidak ada yang keluar dari tenda. Kami pun memanfaatkannya dengan berdoa bersama, agar diminta keselamatan dan kemudahan saat menjalankan ibadah,” jelasnya.

Mengenai fasilitas, ia mengakui fasilitas toilet yang mungkin butuh dievaluasi. Karena jemaah harus mengantre untuk ke toilet.

“Jemaah banyak, toilet yang tersedia masih sedikit. Sementara untuk fasilitas lainnya hingga makanannya semua sudah baik,” tambahnya. (13)

Rekomendasi Berita