oleh

Seorang JCH Mengundurkan Diri

Kemenag Adakan 10 Kali Pelatihan Manasik

LINGGAU POS ONLINE, WATERVANG – Kuota Jemaah Calon Haji (JCH) asal Kota Lubuklinggau 2018 sudah ditetapkan Kementerian Agama (Kemenag) RI, yaitu 232 orang JCH. Namun ada seorang JCH mengundurkan diri, karena alasan keuangan sehingga belum mampu melunasi Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH).

Dari 231 JCH, terdiri dari 99 orang JCH laki-laki, dan 133 orang JCH perempuan. Kemudian ada satu orang JCH tertua, yakni Samer Bin Mu’in Wahsal usia 86 tahun, dari Kecamatan Lubuklinggau Timur I. Sedangkan JCH termuda, yaitu Rizki Perdana Putra Bin Achmad Murtin, usia 29 tahun asal Kecamatan Utara II.

Saat ini Kemenag Kota Lubuklinggau tengah memberikan pelatihan manasik haji, untuk 231 orang JCH. Pelatihan diberikan 10 kali, dua kali tingkat Kota Lubuklinggau, dan 8 kali di tingkat kecamatan.

Kepala Kemenag Kota Lubuklinggau, H Zainuri Mattan didampingi Kasi Haji dan Umrah, H Hasbi Saidina dan Ketua Pelaksana Pelatihan Manasik, Sugiono mengatakan masing-masing JCH sudah dibentuk empat kelompok. Kelompok pertama JCH dari Kecamatan Lubuklinggau Barat I, Kecamatan Lubuklinggau Barat II.

Selanjutnya, kelompok II JCH dari Kecamatan Lubuklinggau Selatan I, Kecamatan Lubuklinggau Timur II dan Kecamatan Lubuklinggau Utara I. Kelompok III JCH asal Kecamatan Lubuklinggau Timur I, dan kelompok IV JCH dari Kecamatan Lubuklinggau Selatan II. Pelatihan manasik di masing-masing kecamatan menjadi tanggung jawab Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) masing-masing.

Menurut Zainuri Matan, JCH pada 2018 masih banyak jemaah Lanjut Usia (Lansia) tapi sehat. JCH harus benar-benar siap mental, banyak belajar, baca buku, dan aktif bertanya saat ada pelatihan.

“Naik haji merupakan titik kumulasi tertinggi dalam ibadah, karena tiga sekaligus yaitu ibadah hati, fisik, dan amal. Ketiganya harus mampu,” kata Zainuri Matan. (07)

Rekomendasi Berita