oleh

Semua Jurusan di SMKN 2 Lubuklinggau Kini Jadi Favorit Masyarakat

LINGGAUPOS.CO.ID – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) yang telah berlangsung prosesnya tengah dievaluasi pihak SMKN 2 Lubuklinggau. Kesimpulannya minat masyarakat untuk masuk Jurusan Tata Busana dan Tata Boga mulai menunjukkan tren kenaikan yang signifikan.

“Dulu saya merawat dengan sungguh-sungguh Jurusan Akomodasi Perhotelan. Sampai-sampai berdiri Hotel SMKN 2 Lubuklinggau. Lalu masyarakat antusias memilih Akomodasi Perhotelan. Giliran kini, Jurusan Tata Busana dan Tata Boga kami rawat dan olah sedemikian lengkap dengan sarana praktik yang hitech, peminatnya juga membludak. Semua jurusan sekarang favorit,” papar Eriani, Kepala SMKN 2 Lubuklinggau yang dibincangi, Kamis (2/7).

Jadi, kata Eriani, meski dengan jurusan yang itu-itu saja, ia sangat bersyukur minat calon siswa masuk SMKN 2 Lubuklinggau luar biasa. Kondisi ini jauh lebih baik dibanding 2012 lalu, yang guru SMKN 2 Lubuklinggau harus berjuang keras untuk dapat siswa baru.

Sementara sekarang, dari enam Rombongan Belajar (Rombel) yang disiapkan untuk Jurusan Akomodasi Perhotelan, empat Rombel untuk Jurusan Tata Busana dan dua Rombel untuk Jurusan Tata Boga, terisi. Per Rombel maksimal 36 siswa.

Meningkatnya jumlah pendaftar dan masuk SMKN 2 Lubuklinggau, kata Eriani, juga dibarengi dengan peningkatan sarana kelas. Sehingga dipastikan semua siswa belajar di lokal yang layak dan nyaman.

“Saya sangat bersyukur, setiap tahun kemampuan SMKN 2 Lubuklinggau untuk menampung siswa baru bertambah. Tahun 2019, kami hanya terima 10 Rombel. Tahun 2020, naik jadi 12 Rombel dengan ruang kelas dan ruang praktik yang siap dan representatif bantuan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan,” imbuhnya.

Eriani menyebut, meski SMKN 2 Lubuklinggau banyak peminat, pihaknya belum akan menentukan adanya jalur prestasi.

Sebab menurut Eriani, siapapun siswa yang masuk ke SMKN 2, meski tadinya bukan apa-apa, akan dibina dan dididik dengan optimal oleh dewan guru menjadi seseorang yang terdidik, berakhlak dan berketerampilan.

Bahkan tahun ini, ada calon siswa SMKN 2 yang mendaftar dalam kondisi terkena Covid-19.

“Jadi meski sakit, tetap kami layani. Ditengah si anak ini karantina di Bandiklat, dia ikut tes online juga. Syukurnya keterima. Semoga saat masuk nanti sudah negatif dan sehat,” jelasnya.

“Jadi, saya tidak mempermasalahkan anak itu awalnya seperti apa. Tapi dengan SDM dan fasilitas yang kami punya, semoga anak ini bisa tumbuh jadi sosok luar biasa. Istilahnya, meski awalnya gedebog pisang, kalau masuk sini akan kami olah biar bisa jadi rasa rendang,” tuturnya.

Eriani tak menyangka. Kondisi SMKN 2 Lubuklinggau memasuki delapan tahun dalam kepemimpinannya bisa berubah demikian pesat. Ia yakin itu tak terlepas dari kuasaNya, bantuan Pemkot Lubuklinggau, Disdik Sumsel, Kementerian Pendidikan, kekompakan dewan guru dan staff dalam menjalankan setiap tugas di sekolah ini.

Dari sisi ekonomi pun, Eriani menyebut sebagian anak yang masuk SMKN 2 Lubuklinggau berasal dari keluarga tak mampu.

“Maka kami di sini, yang diutamakan menyelamatkan anak bangsa. Jangan sampai putus sekolah. Selama dia punya minat besar untuk menimba ilmu di SMKN 2, sekalipun dari kalangan tidak mampu, pasti kami bantu. Jadi jangan khawatirkan itu. Kami yakin semua pasti ada jalannya,” ungkap Eriani.(*)

Rekomendasi Berita