oleh

Semua Data Terbakar

Api Melalap Kantor Lurah Pelita Jaya

LINGGAU POS ONLINE, PELITA JAYA – Si Jago Merah dengan cepat menggasak bangunan Kantor Lurah Pelita Jaya, Kecamatan Lubuklinggau Barat II, Selasa (30/1) dini hari. Kebakaran kantor yang terletak di Jalan Depati Said, RT 01 ini mengakibatkan banyak material kantor ludes.

Saksi kejadian, Feri mengatakan, awalnya pada pukul 02.30 WIB ia mendengar ada suara letusan kaca dari dalam rumah.

“Api yang membakar Kantor Lurah Pelita Jaya baru dapat dipadamkan pukul 04.30 WIB. Semua habis dilalap api,” kata Feri saat diwawancarai Linggau Pos, Selasa (30/1).

Feri menjelaskan, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut namun pihaknya belum bisa memprediksi nilai kerugian. Kebakaran meluluhlantakkan semua bagian bangunan kantor Lurah.

“Semua habis tidak ada satu pun yang tersisa dari kebakaran tersebut, untung tidak ada korban jiwa dan rumah yang hangus karena apinya sangat besar,” tandasnya.

Ketua RT 01 Kelurahan Pelita Jaya, Khoirul Soleh pihaknya tidak mengetahui dari mana api berasal.

“Tiba-tiba saja api sudah besar dan memakan seisi ruangan kantor,” ucap Koirul Soleh.

Terpisah, Lurah Pelita Jaya melalui Sekretaris Lurah (Seklur), Gustin menyampaikan saat ini aktivitas kantor Lurah mengungsi di rumah RT 01, saudara Khoirul Soleh, karena bersebelahan dengan kantor lurah.

“Demi untuk melayani masyarakat kita masih melakukan aktivitas seperti biasanya, karena masyarakat sangat membutuhkan pelayanan kita, seperti pagi ini sudah ada beberapa yang datang untuk meminta bantuan,” katanya.

Lebih lanjut ia menyampaikan, semua data kantor di Kelurahan habis terbakar, pihaknya melakukan pinjam data di kecamatan hingga di kelurahan dan RT.

“Kami berharap kantor segera dapat pulih kembali karena kasihan dengan masyarakat yang ingin meminta pelayanan,” jelasnya.

Sementara itu Kepala BPBD Lubuklinggau, Kgs Efendi Feri membenarkan kejadian kebakaran Kantor Lurah Pelita Jaya, untuk sementara kejadian diduga akibat korsleting listrik.

“Iya kami sudah terjun ke lokasi untuk memadamkan api, namun api sangat besar hingga menghabiskan satu ruangan, karena banyak warga tidak mengetahui kebakaran tersebut kondisi pada malam hari,” ulasnya.(19)

Komentar

Rekomendasi Berita