oleh

Sempat Menangis, Irwan Dibui 2 Tahun

LINGGAU POS ONLINE – Irwansyah alias Irwan (28) warga Kampung Sundo RT.5 Kelurahan Air Kuti Kecamatan Lubuklinggau Timur I, divonis dua tahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Lubuklinggau, Senin (1/7) sekitar pukul 12.00 WIB

Sidang digelar di Ruang Tirta, dipimpin Majelis Hakim Andi Barkan Mardianto SH didamping Anggota Hakim Fedinaldo H Bonodikun SH dan Siti Yuristya Akuan SH dengan Panitera Pengganti (PP) Boy Hendra Kusuma.

Menurut Majelis Hakim terpidana telah terbukti sah bersalah karena telah melanggar Pasal 372 KUHP tentang Penggelapan.

Adapun hal yang memberatkan, terpidana pernah terjerat dihukum dalam kasus perusakan. Sedangkan hal yang meringankan, terpidana bersikap sopan dan mengakui akan kesalahannya, serta menyesali perbuatannya.

Sebelumnya dalam persidangan tuntutan, Senin (17/6) lalu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rodianah SH menuntut terpidana dengan hukuman penjara dua tahun enam bulan. Saat itu terpidana dan langsung pernyataan pledoi, agar diminta keringanan hukuman.

Kasus yang menyeret terdakwa ke Pengadilan Negeri (PN) Lubuklinggau, kasus penggelapan sepeda motor Yamaha Vixion milik korban Fahru Rozi selaku pacar adik terdakwa yang bernama Putri.

Kejadiannya, Sabtu, 13 Januari 2019 sekitar pukul 17.00 WIB, korban saat itu sedang berkunjung di rumah terdakwa bertujuan mengunjungi pacarnya, Putri.

Kemudian, terdakwa meminjam motor korban, dengan alasan ingin membeli rokok, namun terdakwa malah pergi menuju Desa Lubuk Rumai Kecamatan Rupit Kabupaten Muratara.

Selang beberapa waktu kemudian, terdakwa beralasan takut jika pulang karena ia tertodong saat di Rupit, dan hendak ingin bekerja PT Dendi Marker di daerah Desa tersebut.

Mendengar informasi tersebut, korban langsung melapor ke kepolisian terdekat untuk ditindaklanjuti dalam proses hukum.

Adapun fakta yang terkuak, pada persidangan keterangan saksi korban Fahru Rozi, saksi Isna Susanto selaku kakak korban dan Ermawati dari ibu terdakwa. Bahwa terdakwa menyatakan motor milik korban digelapkan Rp4 juta rupiah. (yan)

Rekomendasi Berita