oleh

Sempat Diduga Stres, Pembunuh Kakak Kandung Divonis 5 Tahun 6 Bulan

LINGGAU POS ONLINE – Adi Sucipto (22) Warga Desa Lawang Agung, Kecamatan Rupit, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) divonis lima tahun enam bulan oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Lubukinggau, Selasa (20/8/2019) siang.

Majelis hakim menyatakan Adi Sucipto yang sempat diduga stres, terbukti bersalah melanggar Pasal 351 ayat (3) KUHP. Pasal yang sama dalam tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Yuniar SH.

Menurut majelis hakim yang dipimpin Andi Barkan Mardianto SH didamping Anggota Hakim Siti Triastuty Aquan SH dan Feldinaldo H Bonodikun SH dengan Panitera Pengganti (PP) Rahmat Wahyudi SH, menyatakan hal yang memberatkan prilaku terpidana meresahkan orang lain dan telah merenggut nyawa seseorang.

Sedangkan hal-hal yang meringankan, bahwa terpidana mengakui kesalahannya, serta setelah melakukan tindak kriminal terpidana menyerahkan diri ke keamanan, dan ia telah meminta maaf atas perbuatannya kepada ibunya yang merupakan ibu korban.

Atas vonis ini, baik terpidana maupun JPU menyatakan menerima.

Sebelumnya pada persidangan tuntutan, Selasa (13/8) siang, Adi Sucipto di tuntut JPU Yuniar SH selama enam tahun enam bulan, terhitung dengan masa tahannya.

Dalam dakwaan JPU, juga merungkap kronologis pembunuhan yang menyebabkan Adi Sucipto berada balik jeruji Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) IIA Lubuklinggau, karena membunuh Atmisfa alias Apek (25) yang merupakan kakak kandung terpidana, dan mereka tinggal satu rumah.

Awal kejadian, terpidana yang selalu dimarahi dan disuruh mandi oleh korban membuat terpidana menjadi sakit hati, dan pada akhirnya pertikaian semakin keruh.

Kemudian, puncak permasalahan Senin, 25 Maret 2019 sekitar pukul 19.00 WIB, korban menanyakan ponsel miliknya kepada terpidana. Namun terpidana tidak suka, sontak langsung marah, kemudian mengambil pisau.

Ia menusuk kakaknya tepat di bawah ketiak sebelah kiri. Korban pun harus dilarikan RSUD Rupit, namun pada saat menjalani perawatan meninggal dunia. Sedangkan terpidana ia berlari ke menuju ke kantor Bupati Muratara.

Setelah kejadian tersebut, terpidana langsung melaporkan kejadiannya ke Pos Pol PP Kantor Bupati Muratara pada pukul 21.00 WIB, namun terpidana di hiraukan maka ia pun berlari ke dermaga, dan sebelum penangkapan, Polsek Rupit telah mengetahui bahwa terpidana akan kedermaga maka petugas pun menunggu. Pada saat terpidana datang petugas pun langsung menjemput terdakwa dan membawa terdakwa ke Mapolsek Rupit.(*)

Laporan : Gery Cipta Sebangun

Rekomendasi Berita