oleh

Seminggu, di Musi Rawas 90 Hektar Lahan Terbakar

LINGGAU POS ONLINE – Dalam waktu  satu minggu terakhir kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terparah diwilayah Kabupaten Mura sudah tercatat mencapai 90 hektar. Tepatnya di Kecamatan Muara Kelingi.

“Paling parah karhutla untuk satu minggu ini, banyak laporan di Muara Kelingi diantaranya di Desa Pulau Panggung, Binjai dan Mekar Sari. Kurang lebih 90 hektar,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mura, Paisol melalui Kasi Kedaruratan dan Logisitik, Eko Sepriwan, Kamis (12/9/2019).

Selain itu, dijelaskan Eko pihaknya mencatat sejak 29 Juli hingga 6 September sudah 25 hektar lahan yang terbakar dan dipadamkan. Ke-25 hektar lahan yang terbakar itu tersebar di Kecamatan Muara Lakitan, Tuah Negeri, Muara Beliti, Terawas, Tugumulyo dan Purwodadi.

“Rata-rata kebakaran lahan kebanyakan dari masyarakat yang mungkin bersihkan kebun, karena tidak ditunggu, sehingga merambat ke lahan lain, ditambah angin,” jelasnya.

Sedangkan penyebab kebakaran, kata Eko, diduga disebakan faktor kelalaian masyarakat. Dimana masyarakat yang membakar sampah atau lahan itu tanpa ditunggu dan dijaga. Sehingga api merambat dan membesar. Dan kondisi itu diperparah pula oleh faktor angin.

“Adapula diduga akibat api rokok, seperti yang terjadi  sebagian Kecamatan STL Ulu Terawas, yakni di tepi jalan,” ujarnya sambil menambahkan, rata-rata lahan yang terbakar kebanyakan ilalang dan perkebunan masyarakat.

Kemudian untuk hot spot, BPBD Kabupaten Mura mencatat sejak Maret hingga 8 September sudah 161 hot spot yang tersebar diseluruh wilayah Kabupaten Mura.

Di 2018 karhutla di Kabupaten Mura menghanguskan sekitar 113 hektar lahan sepanjang musim kemarau. “Itu yang bisa dipadamkan sepanjang musim kemarau. Tersebar diantaranya Lakitan, Muara Kelingi dan Cecar,” kata Eko.

“Kendala yang kita hadapi dilapangan luasnya wilayah Mura,” ungkapnya.

Kendala lain yang dihadapi pihaknya yakni kekurangan personel dan kurangnya peran aktif masyarakat disekitar daerah karhutla. Sehingga pihaknya tidak didukung dalam pemadaman. “Peralatan kita masih dikategorikan minim untuk membackup luasan lahan yang ada di kabupaten mura yang terbakar,” bebernya.

Sejauh ini peralatan yang dipakai BPBD divlapangan diantaranya menggunakan pompa penyedot apung, mesin semprot duduk, mobil tengki, mobil pickup pengangkut peralaan, tanki flexibel dan selang.(*)

Laporan Endang Kusmadi

Rekomendasi Berita