oleh

Sembilan Anak Punk Dikembalikan

Ke Daerah Asal Mereka

LINGGAU POS ONLINE, KAYU ARA – Sering dikeluhkan maraknya anak punk dan pengemis serta Anak Jalanan (Anjal) yang meresahkan, membuat personel Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Kota Lubuklinggau kembali melakukan penertiban. Terbukti hasil penertiban kemarin, terjaring sembilan anak punk serta dua boneka Mampang, Kamis (4/1).

Sekretaris Sat Pol PP Kota Lubuklinggau, Bakri menjelaskan penertiban yang merupakan kegiatan rutin mereka ini dimulai pukul 10.30 WIB. Dua tempat yang mereka datangi yakni, Simpang Kenanga Kelurahan Kenanga, Kecamatan Lubuklinggau Utara II, serta Simpang Lapter, Kelurahan Air Kuti, Kecamatan Lubuklinggau Timur I.

“Usai terjaring razia, sembilan anak punk serta dua pemain badut Mampang kita bawa ke kantor untuk dilakukan pendataan, dan diberikan pembinaan. Satu regu atau 12 personel, kita ajak saat penertiban tadi,” jelasnya.

Setelah didata, semua anak punk yang terjaring tidak ada yang berasal dari Lubuklinggau.

“Kebanyakan mereka datangan dari Jambi. Ada satu yang mengaku berasal dari Musi Rawas, tepatnya dari Kecamatan Tugumulyo. Namun ada beberapa, ternyata sudah dua kali kita tertibkan. Setelah kita berikan pembinaan, tindak lanjutnya kita serahkan ke Dinas Sosial (Dinsos),” ungkapnya.

Penertiban, dilanjutkannya, akan terus mereka laksanakan.

“Sebagai antisipasi, jangan sampai mereka kembali mengemis pasca ditertibkan. Selain itu, kita juga akan rutin mengimbau ke masyarakat untuk tidak memberikan uang ke mereka. Kemarin sempat kita pasang spanduk pengumumannya, kedepan akan kembali kita pasang,” tambahnya.

Sementara itu Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Lubuklinggau, A Ritonga usai menerima sembilan anak punk yang diserahkan ke pihak mereka menegaskan, mendata juga menjadi langkah mereka saat ini.

“Setelah kita data, mereka yang berasal dari luar daerah akan kita kirim ke daerah asal mereka. Sementara yang berasal dari Lubuklinggau, kita pulangkan ke orang tuanya. Namun setelah didata, ternyata semuanya berasal dari luar daerah. Mereka berasal dari Jambi, yang baru pulang dari Bengkulu. Namun mampir ke Lubuklinggau, dan mengemis untuk membeli makan. Maka langkah kita setelah pendataan, akan segera kita kembalikan ke asal mereka,” jelasnya. (09)

Komentar

Rekomendasi Berita