oleh

Selundupkan Sabu ke Tahanan

LUBUKLINGGAU – Satu paket klip kecil (satu ji) diduga narkoba jenis sabu berhasil diselundupkan ke tahanan yang akan mengikuti persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Lubuklinggau, Selasa (8/1) siang.

Hanya saja, sabu tersebut gagal masuk ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Lubuklinggau. Bahkan petugas Pengamanan Lapas mengamankan tahanan tersebut. Tahanan itu adalah Saidul Abrori warga Jalan Kandis RT.1 Kelurahan Ulak Surung Kecamatan Lubuklinggau Utara II.

Selain sabu, petugas juga mengamankan dua pirex dan satu ponsel dari Saidul yang terkena perkara pencurian atau Pasal 363 KUHP.

Kepala Lapas Kelas IIA Lubuklinggau, Imam Purwanto melalui Kepala Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP), Indra Yudha menjelaskan gagalnya percobaan penyeludupan sabu-sabu ke Lapas ini, karena sudah mendapatkan informasi sebelumnya.

“Awalnya kami mendapatkan informasi, akan ada penyelundupan narkoba ke dalam Lapas, yang dititipkan lewat tahanan yang menjalani sidang di PN Lubuklinggau,” jelas Indra Yudha.

Makanya, setelah para tahanan usai mengikuti sidang di Pengadilan Negeri (PN) Lubuklinggau, sekitar pukul 15.30 WIB langsung di penggeledahan terhadap tahanan yang akan masuk ke Lapas.

“Awalnya petugas tidak menemukan barang bukti. Namun petugas meminta Saidul Abrori melepaskan pakaiannya, ditemukan sabu-sabu yang diselipkan di dalam celana dalam, tepatnya di karet pinggang,” kata Indra Yudha.

Selain itu, petugas menemukan dua pirex di kerah bajunya dan satu unit ponsel di celana dalamnya.

“Dari pengakuannya semua barang bukti tersebut didapat dari titipan orang luar yang diserahkan melalui ojek online. Saidul menerimanya ketika di kamar tahanan saat menunggu proses sidang,” lanjut Indra Yudha.

Prediksi Indra Yudha, aksi Saidul ini bukan pertama kali dilakukannya. Makanya untuk menjadi efek jera, Saidul dimasukkan di sel tahanan straf sedangkan barang bukti diserahkan ke Polisi.

Terpisah, Humas Pengadilan Negeri (PN) Lubuklinggau, Hendri Agustian SH,MH mengatakan, bahwa pihaknya telah melakukan pembatasan antara pengunjung dengan tahanan.

“Sebagai bukti, kami pihak PN telah membuat pagar pembatas yang terbuat dari besi dengan jarak 1 meter lebih, guna membatasi antara tahanan dengan pengunjung. Tujuannya agar tidak bisa memberikan barang apapun kepada tahanan,” kata Hendri Agustian.

Sementara Kapolres Lubuklinggau, AKBP Dwi Hartono melalui Kasat Narkoba, Novan Dwi Putra membenarkan bahwa pihaknya telah dihubungi Lapas Lubuklinggau atas temuan sabu-sabu dari hasil razia.

“Menurut penyelidikan kami, bahwa barang bukti tersebut didapatkan dari inisial O. Namun O ini memberikannya melalui orang lain. Kami masih berupaya melakukan penyelidikan lebih lanjut,” kata Novan Dwi Putra.(awj)

Rekomendasi Berita