oleh

Selisih Paham Gara-gara Nyanyi, Tewas Ditikam

LINGGAUPOS.CO.ID – Herlan Erpandi (39) warga Desa Maur Baru Kecamatan Rupit Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara)  tewas, setelah ditikam lokasi orgen tunggal di Desa Maur Lama, Kecamatam Rupit, Kabupaten Muratara, Rabu (17/2) sekitar pukul 02.00 WIB.

Pelakunya diduga Rigen alias Igen (39) warga Desa Maur Lama, yang kini masih dalam pengejaran petugas Sat Reskrim Polres Muratara dan Unit Reskrim Polsek Rupit.

Kapolres Muratara, AKBP Eko Sumaryanto melalui Kapolsek Rupit, AKP Forliamzom membenarkan adanya kejadian itu, pihaknya sudah mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mengumpulkan bukti dan keterangan saksi.

“Keluarga korban sudah melapor, dan penyebabnya diduga selisih paham, saat hendak menyanyi,” jelasnya.

Kronologisnya, bermula korban Herlan Erpandi yang masih kerabat warga yang melaksanakan hajatan bertindak sebagi MC acara. Tersangka Rigen diduga kesal, sebab tidak kunjung dipanggil ke atas panggung oleh korban untuk beryanyi.

Makanya, saat korban berjalan keluar acara hajatan, tersangka yang sudah menunggu langsung menikam korban. Hingga akhirnya korban tewas.

Terpisah Sekretaris Desa (Sekdes) Maur Lama, Saidul Hudri membenarkan adanya kejadian ini. Diduga tersangka pembunuhan itu adalah Rigen alias Igen (39) warga Desa Maur Lama.

“Belum ado info yang jelas masalah apa, sementara info yang kami dapat karena selisih paham,” jelas Said, dikutip dari Harian Pagi Linggau Pos.

Kata dia, Pemerintah Desa Maur Lama telah mengarahkan warga, agar menciptakan situasi yang damai, jangan ada selisih paham lagi dan diselesaikan secara baik.

Untuk keluarga yang diduga tersangka juga telah diarahkan agar segera membawa tersangka menyerahkan diri.

“Sudah diarahkan berbuat sebaik mungkin, kalau bisa tersangka menyerahkan diri,” jelas Said.

Saat ini, tersangka Rigen diduga melarikan diri ke dalam hutan. (*)

Rekomendasi Berita