oleh

Selingkuh Berujung Petaka

MUSI RAWAS – Perselingkuhan sering kali menimbulkan petaka dalam rumah tangga. Seperti yang terjadi di kehidupan Edi Suryanto (43) warga Desa Karya Sakti, Kecamatan Muara Kelingi, Kabupaten Musi Rawas (Mura).

Pria yang kesehariannya sebagai karyawan swasta itu gelap mata nekat memukul istrinya inisial Wj (40) dengan gagang sapu hingga mengalami luka robek delapan jahitan di bagian kepala.

Peristiwa tersebut terjadi Minggu (27/1) sekitar pukul 18.30 WIB, di rumah korban.

Dugaan sementara pemicu keributan dalam rumah tangga ini diawali kasus perselingkuhan tersangka yang diketahui oleh istrinya.

Sesaat sebelum kejadian pemukulan, korban diduga melabrak suaminya karena ketahuan selingkuh dan mencaci maki.

Tersangka kemudian naik pitam dan diduga langsung melakukan penganiayaan terhadap korban. Korban Wj terpaksa dilarikan ke Puskesmas Muara Kelingi, karena menderita luka robek di bagian kepala.

Kapolres Musi Rawas (Mura), AKBP Suhendro melalui Kapolsek Muara Kelingi, AKP Hendri Agus mengaku, pihaknya sudah mengamankan Edi Suryanto karena melakukan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) terhadap istrinya.

“Kejadian itu bermula saat tersangka ketahuan selingkuh, jadi istrinya mengamuk sempat perang mulut. Tersangka kesal dan memukul istrinya pakai gagang sapu terbuat dari alumunium di rumahnya,” terang Hendri, saat dikonfirmasi Senin (28/1).

Hendri menegaskan, penangkapan terhadap Edi Suryanto dilakukan pada hari yang sama, selang beberapa jam dari laporan korban di Polsek Muara Kelingi sekitar pukul 22.30 WIB.

Awalnya setelah kejadian, tersangka sempat melarikan diri ke rompok arah Desa Lubuk Pandan, Kecamatan Muara Lakitan.

“Jadi waktu kami datangi, dia sembunyi dalam rumah dengan posisi pintu rumah digembok dari luar dan tersangka berada di dalam,” jelas Hendri.

Saat ditangkap, Edi tidak melakukan perlawanan dan sempat memohon dilepaskan petugas karena mengaku khilaf telah melakukan KDRT terhadap istrinya.

Namun guna kepentingan penyidikan, polisi langsung membawa tersangka ke Polsek Muara Kelingi.

Hasil penyidikan, pihak kepolisian telah menetapkan Edi sebagai tersangka utama atas insiden KDRT terhadap istrinya. Kemudian tersangka dijebloskan ke penjara untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Informasi lain menyebutkan, keributan antara Edi Suryanto dan istrinya sempat dilerai anak pertamanya. Aksi perang mulut itu sempat reda, namun kembali memanas setelah korban kembali mengungkit permasalahan perselingkuhan dilakukan tersangka.

Bahkan usai memukul istrinya, tersangka diduga nyaris menganiaya anaknya. Namun batal, dan hanya keluar kalimat mengusir keduanya (istri dan anaknya) dari dalam rumah. Setelah korban dan anaknya keluar rumah menuju pusat kesehatan medis, tersangka langsung melarikan diri.

“Aku khilaf pak, aku emosi ado gagang sapu dekat pintu jadi aku ambek pukul ke dio,” ucap Edi saat diperiksa penyidik. (aku/blc)

Rekomendasi Berita