oleh

Selamat Jalan Ibu Ani

-Nasional-614 dibaca

LINGGAU POS ONLINE – Innalillahi wainna ilaihi rajiun, innalillahi wainna ilaihi rajiun. Bangsa Indonesia kehilangan salah satu putri terbaiknya pada Sabtu (1/6). Kristiani Herawati atau Ani Yudhoyono, istri Presiden RI ke -6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) wafat setelah berjuang selama tiga bulan melawan penyakit kanker darah yang dideritanya.

Almarhumah menghembuskan napas terakhir pukul 11.50 waktu setempat di National University Hospital (NUH) Singapura. Jenazah akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta, pada Minggu (2/6) hari ini. Lokasi makam Ani Yudhoyono berada di Blok M Nomor 129. Tempatnya berdekatan dengan makam istri presiden RI ke-3, BJ Habibie, Ainun Habibie.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan duka atas meninggalnya Ani Yudhoyono. Kepala Negara mengajak masyarakat Indonesia memanjatkan doa bagi almarhumah. “Innalillahi wainna ilaihi rajiun, innalillahi wainna ilaihi rajiun, innalillahi wainna ilaihi rajiun. Perkenankan, saya atas nama pemerintah dan seluruh rakyat Indonesia menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya ke rahmtullah ibu Kristiani Herawati binti Sarwo Edhie Wibowo, ibu Ani Yudhoyono, istri Pak SBY pada usia 67 tahun,” kata Jokowi di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Sabtu (1/6/2019).

Jokowi mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk mendoakan yang terbaik bagi almarhumah Ani Yudhoyono. Dia berharap keluarga besar SBY diberi kesabaran dalam menghadapi cobaan tersebut. “Saya mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk bersama-sama berdoa bagi almarhumah, semoga, diterima dan diberikan tempat yang terbaik di sisi Allah SWT, khusnul khotimah. Dan keluarga yang ditinggalkan mendapatkan ketabahan dan kesabaran,” imbuh Jokowi.

Presiden Jokowi dijadwalkan akan memimpin upacara pemakaman tersebut. “Biasanya yang memimpin upacara pemakaman itu inspektur upacaranya Presiden,” kata staf Sespri SBY, Bobby Piliang, di Kediaman SBY, Kompleks Puri Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (1/6). Rencana tersebut juga dibenarkan pihak Istana. “Benar. Presiden Jokowi akan menjadi inspektur upacara pemakaman Ani Yudhoyono,” ujar Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin.

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) juga menyampaikan ungkapan belasungkawa atas meninggalnya Ani Yudhoyono. Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Wakil Presiden RI. M. Jusuf Kalla berserta Ibu Mufidah JK menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya atas wafatnya Ibu Ani Yudhoyono, kata Juru Bicara Wapres, Husain Abdullah di Jakarta, Sabtu (1/6).

Bagi JK, sosok Ani Yudhoyono merupakan perempuan tangguh dan pekerja keras, yang setia membantu suaminya, SBY selama menjabat sebagai presiden periode 2004-2009 ketika bersama JK. Bagi Pak JK dan Ibu Mufidah, dengan berpulangnya Ibu Ani, Indonesia kehilangan putri terbaik bangsa, ujar Husain.

Capres Prabowo Subianto juga berdukacita atas meninggalnya Ani Yudhoyono. Dia mendoakan agar istri SBY itu mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT. “Innalillahi Wa Inna Ilaihi Rojiuun. Saya, Prabowo Subianto, menyampaikan rasa dukacita saya yang mendalam atas wafatnya ibu Hj. Kristina Herrawati atau yang biasa kita kenal dengan nama Ibu Ani Yudhoyono,” tulis Prabowo lewat akun Facebook resminya, Sabtu (1/6).

Menurutnya, Ani telah memberikan sumbangan dan dharma baktinya kepada bangsa saat menjadi ibu negara mendampingi SBY dengan setia. “Semoga arwah almarhumah diterima dan diberikan tempat terbaik di sisi Allah SWT dan semoga bapak SBY beserta keluarga senantiasa diberi ketabahan dan kesabaran dalam menghadapi cobaan ini,” tulisnya.

Terpisah, Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo turut menyampaikan bela sungkawa dan duka cita atas wafatnya Ani Yudhoyono. “Saya mendoakan semoga keluarga besar Pak SBY diberikan ketabahan dan keikhlasan atas wafatnya Ibu Ani,” kata Bambang Soesatyo melalui pernyataan tertulisnya, di Jakarta, Sabtu (1/6).

Menurut Bambang, DPR RI dan segenap rakyat Indonesia juga turut mendoakan almarhumah agar segala amal baiknya di dunia diterima Allah SWT. Sebagai pribadi maupun ibu negara, menurut Bamsoet, Ibu Ani Yudhoyono, selalu lekat dengan kebaikan. Berbagai kiprahnya selama menjabat ibu negara turut menyukseskan pembangunan Indonesia, khususnya di bidang sosial, pendidikan, dan kesehatan.

Sebelumnya, Ani Yudhoyono sempat mendapat perawatan di ruang Intensive Care Unit (ICU) setelah mengalami demam tinggi. Saat itu, Ani Yudhoyono juga tidak sadarkan diri. Bahkan, kondisi kesehatannya terus menurun. Ani Yudhoyono sempat mengalami gagal nafas, sehingga harus menggunakan respirator yang dipasang sejak Jumat (31/5). Sampai akhirnya, Ani Yudhoyono menghembuskan napas terakhirnya.

Sekjen Partai Demokrat Hinca Panjaitan sempat menceritakan suasana tegang di ruang emergency. “Saya hadir di tempat emergency itu kira-kira 25 menit sebelum pukul 11.50. Saya saksikan sendiri apa yang terjadi di situ dan sudah dijelaskan oleh Pak Hatta Rajasa” kata Hinca kepada di NUH Singapura, Sabtu (1/6).

Setelah Ani Yudhoyono dipastikan wafat pada pukul 11.50, SBY menggelar rapat bersama keluarga dan teman dekatnya. Menhan Ryamizard Ryacudu juga hadir dan menyampaikan belasungkawa kepada SBY. “Ada pembagian tugas bagi keluarga. Ada yang kembali lebih dulu ke Indonesia untuk mempersiapkan di Cikeas,” jelas Hinca.

Menurut Hinca, alasan alasan jenazah disemayamkan di KBRI Singapura karena SBY tidak ingin terburu-buru dan perlu persiapan matang. “Yang membuat kami sangat terpukul adalah Pak SBY minta satu hal. Yakni setelah selesai dimandikan dan dimasukkan ke peti jenazah, pPak SBY ingin mencium istrintya sekali lagi. Itu berkali-kali beliau disampaikan dalam rapat,” paparnya

Hinca mengatakan putra SBY, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Edi Baskoro Yudhoyono (Ibas), sudah ikhlas atas wafatnya Ani Yudhoyono. “Keluarga juga tabah dan ikhlas. Ini sudah terbaik yang bisa dilakukan,” pungkasnya.(fin)

Rekomendasi Berita