oleh

Selamat Dek, Kamu Menang

Oleh: Solihin

Selesai magang, saya kembali ke Kota Lubuklinggau, ibu kota Kabupaten Musi Rawas (Mura) kala itu. Di Kabupaten Mura, saya tidak sendirian melainkan bersama Pak Mansyur, PNS yang bertugas di Bagian Humas Sekretariat Daerah Kabupaten Mura, merangkap wartawan Sumatera Ekspres.

Untuk halaman daerah dan halaman DOR, setiap hari sudah dipastikan ada dua sampai tiga berita.

Untuk halaman daerah, berita dari Kabupaten Mura setiap hari hampir diisi Pak Mansyur, yakni berita seputar kegiatan Bupati Mura H Radjab Semendawai. Sementara halaman DOR dari Kabupaten Mura semuanya berita saya.

Untuk pengiriman berita lewat faximile Saat itu yang melayani pengiriman data lewat faximile di Kantor PT Telkom dan Warung Telekom (Wartel) Silampari milik Prana Putra Sohe (Walikota Lubuklinggau sekarang).

Saya lupa, diawal atau pertengahan 1997, ada pesawat jenis Casa yang melakukan pemotretan dari udara melaksanakan misi perusahaan bergerak di bidang pertambangan dengan tiga penumpang termasuk pilot jatuh di kawasan Bukit Barisan, Kecamatan Rawas Ulu, Kabupaten Mura (Sekarang Kecamatan Ulu Rawas Kabupaten Muratara).

Setiap hari semua wartawan yang bertugas di media lokal terbitan Palembang, atau pun wartawan media nasional, wartawannya bertugas di Sumsel, menulis, dan memuat berita jatuh pesawat. Setiap perkembangan pencarian yang dilakukan Anggota Polres Mura, Kodim 0406/Mura, dan jajaran Pemkab Mura diberitakan.

Hari ke empat pencarian, sekitar pukul 19.00 WIB, saya mendapat informasi dari Anggota Kodim 0406/Mura dan Anggota Polres Mura, bahwa pesawat yang jatuh sudah ditemukan di lereng Bukit Barisan. Kondisi pesawat hancur, diduga menabrak bukit, dan tiga orang ada di dalam pesawat itu, termasuk pilot meninggal.

Malam itu juga ketiga korban, salah seorangnya warga Negara Australia diangkut dari lereng Bukit Barisan menuju Desa Surulangun, ibu Kota Kecamatan Rawas Ulu.

Mendapat informasi berikut dengan datanya, saya langsung konfirmasi dengan Kapolres Mura, Letkol Drs Johny Ardil. Dan Kapolres Johny Ardil membenarkan anggota Polres Mura dan anggota Kodim 0406/Mura bersama masyarakat telah menemukan pesawat jatuh, berikut dengan tiga korban.

Semua korban yang ada dalam peswat nahas itu meninggal, dan saat ditemukan kondisi mayat korban sudah mulai membengkak dan membusuk.

Kemudian saya konfirmasi juga dengan Dandim 0406/Mura Letkol Inf Edy Sumardi.

Dandim Edy Sumardi juga membenarkan pesawat jatuh dan orang yang ada dalam pesawat itu sudah ditemukan. Anggota TNI dan Polri bersama warga setempat malam itu sedang mengangkut ketiga korban.

Saya langsung kirim berita itu ke Redaksi. Tetapi sebelum berita itu dikirim saya telepon dulu senior saya, Ali Fauzi, penanggung jawab halaman 1.

Mendapat laporan itu Ali Fauzi senang, dia mengatakan laporan (berita) nya ditunggu. Sekira pukul 22.30 WIB berita tentang pesawat jatuh yang ditemukan diketik dengan mesin tik dikirim lewat Faximile Wartel Silampari.

Keesokan harinya sekira pukul 11.00 WIB, koran sampai di Lubuklinggau, karena koran itu diangkut oleh mobil lewat Lahat. Begitu saya lihat berita yang dikirim malam tadi jadi berita utama halaman 1.

Hari itu hanya Koran Sumatera Ekspres yang memuat berita ditemukannya pesawat Casa yang jatuh. Sementara koran terbitan Palembang lainnya, masih memberitakan seputar pencarian.

Koran Sumatera Ekspres hari itu habis terjual. Sekira pukul 15.00 WIB saat saya sedang mengetik berita lanjutan penemuan pesawat yang jatuh berikut dengan korban yang meninggal, telepon di rumah saya berdering (berbunyi).

Begitu saya angkat Bos Parno langsung memanggil nama saya,” Dik Solikin ya, selamat dek, kamu menang hari ini berita pesawatnya. Ok ya,” jelas Bos Parno khas dengan logat Jawanya.

Telepon dan ucapan dari Bos Parno ini membuat saya senang, bahagia dan bangga luar biasa. Mungkin sampai akhir hidup saya, tidak akan terlupakan.

Karena ucapan selamat dan kata ‘Kamu Menang’ ini tidak bisa dinilai dengan apapun. Karena isi ucapkan oleh bos besar walaupun singkat, tetapi begitu berharga dan bermakna. Dan ucapan terus terngiang, itulah membuat saya termotivasi sangat luar biasa.

Sehingga setiap kejadian, yang terjadi
di wilayah Kabupaten Mura, harus saya dapatkan dengan data-data yang lengkap, akurat, ditulis cepat supaya tidak ketinggalan dengan wartawan koran lain. Bila perlu wartawan lain tidak dapat saya harus dapat.(Bersambung)

Rekomendasi Berita